Filipina Usir Biarawati Pengkritik Duterte
Patricia Fox asal Australia. (Foto: Noel Celis/AFP/Getty Images)
Manila: Seorang biarawati asal Australia yang telah menghabiskan hampir tiga dekade di Filipina akhirnya bertolak pulang usai kalah dalam perseteruan masalah deportasi.

Patricia Fox, 72, selama ini telah membuat Presiden Filipina Rodrigo Duterte geram karena terus mengkritik kebijakan perang melawan narkotika. Visa misionaris miliknya telah diturunkan ke level turis bulan lalu.

Berbicara saat hendak meninggalkan Filipina pada Sabtu 3 November 2018, Fox mengatakan Duterte seharusnya mendengarkan "jeritan masyarakat kecil."


"Tidak hanya militer atau pebisnis, tapi tolong dengarkan warga pinggiran, kaum pekerja, masyarakat pribumi," lanjut dia, seperti dikutip dari kantor berita BBC.

April lalu, dia pernah ditahan otoritas Filipina atas tuduhan "mengganggu ketenangan publik." Duterte pernah berkata kritik Fox terhadap pemerintah Filipina dapat dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan.

Sejumlah grup hak asasi manusia mengestimasi lebih dari 12 ribu orang tewas dalam kebijakan perang melawan narkoba sejak Duterte berkuasa pada 2016.

Sebelumnya, Filipina juga telah mendeportasi Giacomo Filibeck asal Italia. Ia adalah wakil sekretaris jenderal Partai Sosialis Eropa, yang pernah mengecam perang melawan kejahatan narkotika ala Duterte.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id