Pesawat jet tempur F-35A milik militer Jepang di Misawa, Aomori, 26 Januari 2018. (Foto: AFP/JIJI PRESS)
Pesawat jet tempur F-35A milik militer Jepang di Misawa, Aomori, 26 Januari 2018. (Foto: AFP/JIJI PRESS)

Vertigo Pilot Penyebab Jatuhnya Jet F-35 Milik Jepang

Internasional kecelakaan pesawat jepang
Sonya Michaella • 10 Juni 2019 17:00
Tokyo: Vertigo menjadi penyebab pilot pesawat F-35A milik Jepang kehilangan kendali dan jatuh ke Samudera Pasifik, 9 April 2019 lalu. Pernyataan ini dirilis oleh militer Jepang.
 
"Diduga pilot menderita vertigo dan ia tidak mengetahui kondisinya, sehingga berdampak saat ia menerbangkan pesawat," sebut pernyataan dari militer udara Jepang, dikutip dari BBC, Senin 10 Juni 2019.
 
Disebutkan pula, pilot tidak memberikan indikasi ia dalam keadaan tidak sehat sehari sebelum penerbangan. Angkatan Udara Jepang, hingga saat ini, belum memeriksa data utuh dari perekam data penerbangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Jepang 'Kandangkan' F-35A usai Jet Tempur Jatuh di Pasifik
 
Jet tempur produksi Lockheed Martin Corp Amerika Serikat (AS) itu awalnya menghilang dari layar radar selama latihan dengan tiga F-35 lainnya di atas laut. Jasad pilot berusia 41 tahun itu pun belum ditemukan.
 
Pesawat yang berusia kurang dari satu tahun tersebut jatuh setelah 28 menit lepas landas dari Pangkalan Udara Misawa di Prefektur Aomori. Usai insiden ini, Jepang memutuskan untuk menangguhkan sementara operasi jet F-35A.
 
Seorang pejabat dari Kemenhan Jepang mengatakan pilot dari jet yang jatuh itu memiliki 3.200 jam terbang. Khusus untuk F-35, jam terbangnya telah mencapai 60 jam.
 
Jepang mengoperasikan F-35A untuk menggantikan tipe F-4 yang sudah semakin menua. Harga satu unit F-35A berkisar lebih dari 10 miliar yen atau setara Rp1,2 triliun.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif