Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam, Marsda TNI Ahmad Sajili membahas pertumbuhan ekonomi ASEAN, Senin 22 April 2019. (Foto: Daviq Umar Al Faruq/Medcom.id).
Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam, Marsda TNI Ahmad Sajili membahas pertumbuhan ekonomi ASEAN, Senin 22 April 2019. (Foto: Daviq Umar Al Faruq/Medcom.id).

Jalan ASEAN Menuju Kekuatan Ekonomi Terbesar Kelima Dunia

Internasional asean
Daviq Umar Al Faruq • 23 April 2019 13:57
Malang: Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam, Marsda TNI Ahmad Sajili menyebutkan pertumbuhan ekonomi ASEAN terus bertumbuh di tengah gejolak ekonomi global.
 
Berdasarkan data Sekretariat ASEAN, perekonomian ASEAN adalah yang terbesar keenam di dunia. Sementara, dengan jumlah penduduk sekitar 634 Juta, Indonesia mencatat Produk Domestik Bruto-nya mencapai USD2,6 Triliun.
 
“Dengan potensi ini diharapkan pada tahun 2020 ASEAN menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia," kata Sajili saat menghadiri Diseminasi Informasi Masyarakat ASEAN bertajuk Tantangan Politik dan Keamanan Di Kawasan di UMM, Senin 22 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan 2030 diharapkan menjadi yang terbesar ke empat di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok,” imbuhnya.
 
Sajili menjelaskan saat ini ASEAN telah melewati usia 50 tahun sejak didirikan 1967 dan mempersiapkan diri melewati pembentukan masyarakat MEA 2020. Dengan adanya ASEAN, masyarakat mampu menjalani kehidupan masyarakat majemuk dengan penuh kedamaian.
 
“Karena ada begitu banyak pengaruh dari kekuatan negara besar, sengketa perbatasan dan wilayah, hingga perbedaan kepentingan,” tuturnya.
 
Kegiatan ini adalah kerja sama yang merupakan program dari Polhukam sebagai koordinator pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN yang bertanggung jawab mendiseminasikan Stakeholder Nasional.
 
“Jadi tidak hanya memberikan informasi tetapi menerima masukan agar masyarakat ASEAN dapat berperan dalam mengimplementasi rencana aksi ASEAN,” ungkap Sajili.
 
Sementara, berbicara tentang Ketahanan Politik di kawasan ASEAN, terkait program presiden 2019-2066 tentang Sumber Daya Manusia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab tantangan ini.
 
"Karena stabilitas keamanan politik dimanapun, itu ditentukan oleh yang pertama adalah ekonomi yang kedua adalah keterampilan,” ungkap Rektor UMM Fauzan dalam pidato sambutannya.
 
“Dalam konteks ini, penguatan di aspek pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka menciptakan SDM unggul. Karena SDM menjadi variabel yang sangat dominan untuk menentukan arah bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi orang yang maksimal, orang yang selalu berfikir optimal, dan orang yang selalu ideal. Itulah yang sebenarnya mampu membangkitkan bangsa kita,” pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif