Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dalam kunjungan ke London, Inggris, 17 Juni 2019. (Foto: AFP/TOLGA AKMEN)
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dalam kunjungan ke London, Inggris, 17 Juni 2019. (Foto: AFP/TOLGA AKMEN)

Afghanistan Minta Klarifikasi Trump Soal Klaim Perang

Internasional amerika serikat taliban afghanistan
Willy Haryono • 24 Juli 2019 06:52
Kabul: Presiden Ashrar Ghani meminta Presiden Donald Trump mengklarifikasi pernyataan mengenai Afghanistan, terutama klaim bahwa Amerika Serikat dapat dengan mudah mengakhiri perang.
 
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Gedung Putih pada Senin 22 Juli, Trump berkata dirinya bisa saja mengakhiri perang di Afghanistan dalam waktu sepekan, namun dirinya "tidak mau membunuh 10 juta orang."
 
Tidak hanya itu, Trump juga mengklaim dapat "menghapus Afghanistan dari muka Bumi" dalam kurun waktu 10 hari. Pernyataan tersebut memicu kemarahan di Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masyarakat Afghanistan belakangan khawatir mengenai rencana penarikan pasukan AS dari negara mereka. Jika itu terjadi, maka ada kemungkinan kelompok militan Taliban akan kembali berkuasa.
 
"Pemerintah Republik Islam Afghanistan menyerukan adanya klarifikasi atas pernyataan presiden yang diucapkan dalam pertemuan dengan PM Pakistan, via saluran diplomatik," ucap kantor presiden Ghani, dilansir dari laman AFP, Selasa 23 Juli 2019.
 
Pernyataan Trump disampaikan saat utusan AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, bertolak ke Kabul menjelang dialog damai putaran terbaru dengan Taliban.
 
Taliban -- yang menguasai atau memengaruhi sekitar separuh dari wilayah Afghanistan -- telah berdiskusi dengan Washington mengenai kemungkinan adanya perjanjian, salah satunya mengenai penarikan pasukan asing namun dengan jaminan keamanan negara.
 
Trump juga mengatakan Pakistan dapat membantu AS "melepaskan diri" dari Afghanistan. Ia mengklaim terdapat "potensi luar biasa" dalam hubungan antar Washington dan Islamabad.
 
Afghanistan sejak lama menuduh Pakistan memperburuk perang yang telah berlangsung 18 tahun dengan mendukung Taliban. Islamabad membantah tudingan tersebu
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif