Kim Jong-un menunggang kuda bersama istrinya Ri Sol-ju di tengah salju. Foto: AFP
Kim Jong-un menunggang kuda bersama istrinya Ri Sol-ju di tengah salju. Foto: AFP

Di Atas Kuda, Kim Jong-un Terjang Salju di Pegunungan

Internasional kim jong-un korea utara
Fajar Nugraha • 04 Desember 2019 13:29
Pyongyang: Media Korea Utara (Korut) menerbitkan foto-foto terbaru pemimpin Kim Jong-un menunggang kuda di sebuah gunung yang dianggap suci. Pengamat menilai ini sarat dengan simbolisme dan mungkin mengindikasikan pengumuman kebijakan.
 
Foto-foto itu muncul ketika pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) terhenti dan dengan tenggat akhir tahun yang menjulang yang ditetapkan oleh Korea Utara untuk semacam konsesi dari Washington.
 
Kim digambarkan memimpin regu pengendara di hutan putih dekat Gunung Paektu. Dia ditemani istrinya Ri Sol Ju serta beberapa pejabat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gunung Paektu sendiri memiliki makna simbolis yang besar di Korea Utara sebagai tempat kelahiran spiritual bangsa Korea. Menurut ortodoksi Pyongyang, gunung ini juga tempat kelahiran ayah Jong-un, Kim Jong Il.
 
“Pemimpin saat ini melakukan tur di beberapa lokasi bersejarah dan mendaki gunung. Dia meninggalkan jejak suci di lokasi pertempuran revolusioner, melalui salju perawan setinggi lutut,” kata KCNA, seperti dikutip AFP, Rabu, 4 Desember 2019.
 
KCNA juga merilis gambar baru Kim dalam mantel coklat berlapis bulu di puncak gunung, yang sebelumnya dia naik pada Oktober lalu.
 
Para analis mengatakan bahwa foto-foto Kim di Gunung Paektu mewakili pernyataan kepemimpinan dan legitimasi, mengingat latar belakang sejarah. Ia cenderung berkunjung sekali atau dua kali setahun, perjalanan yang terkadang dilihat sebagai indikator perubahan kebijakan.
 
Kim pergi ke daerah itu pada November 2013, menjelang pembersihan dan eksekusi pamannya yang dulu kuat, Jang Song-thaek.
 
Dia pergi ke gunung pada Desember 2017, tak lama sebelum pemulihan hubungan diplomatik yang mengarah ke pertemuan puncak Singapura dengan Donald Trump - yang pertama antara para pemimpin Korea Utara dan AS.
 
Awal pekan ini Kim membuka proyek pembangunan besar-besaran di Samjiyon. Proyek itu melibatkan rekonstruksi seluruh kota, yang digambarkan Pyongyang sebagai demonstrasi ketahanan dalam menghadapi sanksi yang dijatuhkan padanya atas program nuklir dan rudal balistiknya.
 
Foto Kim muncul dengan waktu hampir habis pada permintaan Korut bagi AS untuk menawarkan konsesi baru pada akhir tahun.
 
Negosiasi antara Pyongyang dan Washington telah menemui jalan buntu sejak KTT Hanoi berakhir pada Februari, dan Korea Utara telah mengeluarkan serangkaian komentar yang semakin tegas dalam beberapa pekan terakhir ketika batas waktunya mendekati.
 
Pada hari Selasa, KCNA mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Ri Thae Song yang mengatakan: "Hadiah apa yang diterima AS untuk Natal sepenuhnya tergantung pada keputusan AS."
 
Peneliti dan peneliti Korea Utara Ahn Chan-il menambahkan bahwa pilihan busana pemimpin itu bisa mencerminkan sikap keras terhadap pertikaian diplomatik saat ini.
 
"Kulit sejak lama melambangkan resistensi antipeluru di Korea Utara," kata Chan-il kepada AFP.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif