Kru pesawat Qantas bersorak usai menyelesaikan penerbangan dari New York ke Sydney. (Foto: AFP/HANDOUT)
Kru pesawat Qantas bersorak usai menyelesaikan penerbangan dari New York ke Sydney. (Foto: AFP/HANDOUT)

Maskapai Australia Uji Coba Penerbangan 19 Jam Nonstop

Internasional penerbangan dunia
Willy Haryono • 20 Oktober 2019 14:04
Sydney: Maskapai asal Australia, Qantas, telah selesai melakukan uji coba penerbangan komersil selama 19 jam nonstop. Uji coba ini merupakan bagian dari riset untuk mengetahui efek perjalanan ekstra lama terhadap pilot, kru dan juga penumpang.
 
Dikutip dari BBC, Minggu 20 Oktober 2019, pesawat Boeing 787-9 dengan 49 orang di dalamnya, menghabiskan waktu perjalanan 19 jam 16 menit usai lepas landas dari New York dan mendarat di Sydney. Total jarak tempuh mencapai 16.200 kilometer.
 
Bulan lalu, Qantas berencana menguji coba penerbangan nonstop dari London ke Sydney. Jika uji coba berlangsung sukses, maka rute jarak jauh ini akan mulai dioperasikan mulai 2022 atau 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini belum ada satu pun pesawat komersil yang bisa menempuh rute super jauh dengan penumpang dan kargo berkapasitas penuh.
 
Saat melakukan uji coba penerbangan dari New York ke Sydney, Qantas terbang dengan bahan bakar penuh, tanpa kargo dan hanya beberapa barang di bagasi.
 
Para penumpang yang ikut dalam penerbangan uji coba itu diminta menyesuaikan jam mereka dengan waktu Australia. Saat Australia memasuki malam hari, para penumpang diberi asupan karbohidrat dan lampu kabin diredupkan agar mereka semua dapat tertidur.
 
Selama penerbangan beragam tes dilakukan, termasuk memonitor gelombang otak dan level kewaspadaan pilot. Terdapat pula analisis mengenai dampak dari berpindahnya banyak zona waktu terhadap tubuh para penumpang.
 
"Ini merupakan langkah signifikan pertama dalam dunia penerbangan. Semoga saja ini bisa menjadi awal dari layanan reguler yang dapat mempercepat perjalanan orang dari satu sisi dunia ke sisi lainnya," tutur CEO Qantas Group, Alan Joyce.
 
Kompetisi di pasar penerbangan jarak super jauh telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak maskapai mulai memperbanyak rute jarak jauh mereka.
 
Singapore Airlines telah meluncurkan perjalanan dengan waktu tempuh hampir 19 jam dari Singapura ke New York tahun lalu, yang saat ini masih dinyatakan sebagai penerbangan reguler terpanjang di dunia.
 
Masih di tahun 2018, Qantas memulai layanan nonstop 17 jam dari Perth ke London, sementara Qatar Airways mengoperasikan layanan 17,5 jam dari Auckland ke Doha.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif