Perempuan Arab Saudi sebelumnya diperbolehkan untuk mengemudikan mobil. Foto: AFP.
Perempuan Arab Saudi sebelumnya diperbolehkan untuk mengemudikan mobil. Foto: AFP.

Arab Saudi Minta Aktivis Perempuan Menyangkal Disiksa

Internasional arab saudi
Marcheilla Ariesta • 15 Agustus 2019 07:31
Riyadh: Arab Saudi diduga menawarkan pembebasan pada aktivis perempuan, Loujain al-Hathloul. Dengan syarat, Loujain mengaku tidak disiksa.
 
Hal ini diungkapkan adik Loujain, Lina Al-Hathloul, dalam akun twitternya. Lina mengatakan pemerintah Arab Saudi menyiksa kakaknya.
 
"Loujain telah ditawari kesepakatan: menyangkal penyiksaan dan dia akan bebas. Apa yang terjadi, saya jamin satu hal: Loujain telah disiksa secara brutal dan mendapat kekerasan seksual," ungkap Lina dikutip dari BBC, Kamis, 15 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Loujain al-Hathloul getol mengampanyekan hak perempuan Arab Saudi untuk mengemudi. Dia ditahan tahun ini karena diduga berkonspirasi dengan 'musuh'.
 
Terkait tuduhan pelecehan seksual dalam tahanan dibantah pemerintah. Pejabat Arab Saudi juga belum berkomentar terkait cuitan Lina.
 
(Baca juga:Arab Saudi Segera Izinkan Perempuan Bepergian Tanpa Wali)
 
"Saya tidak tahu risiko yang saya hadapi saat menulis ini. Mungkin ini akan membahayakan saudara saja juga. Tapi saya tidak bisa menyimpan ini sendiri," kata Lina.
 
Loujain terkenal di media sosial sejak 2014, saat dia berkendara melintasi perbatasan Arab Saudi-Uni Emirat Arab. Padahal, saat itu perempuan Saudi dilarang mengendarai mobil dan bepergian tanpa wali laki-laki.
 
Sebagian sistem ini sudah ditiadakan, namun Loujain masih ditahan di bawah hukum kejahatan siber Arab Saudi. Empat perempuan lain juga mengklaim mendapat siksaan selama ditahan. Siksaan ini termasuk sengatan listrik, cambuk, dan kekerasan seksual.
 
Permintaan untuk pembebasan aktivis perempuan sudah datang dari berbagai komunitas dunia, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pengawasan hak asasi manusia di kerajaan itu meningkat sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, tahun lalu.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif