Demonstran memblokade jalan raya di distrik Whampoa, Hong Kong, Sabtu 17 Agustus 2019. (Foto: Kevin Egan/Metro TV)
Demonstran memblokade jalan raya di distrik Whampoa, Hong Kong, Sabtu 17 Agustus 2019. (Foto: Kevin Egan/Metro TV)

Hong Kong Kembali Memanas, Demonstran Blokir Jalan Raya

Internasional hong kong
Kevin Egan • 17 Agustus 2019 16:51
Hong Kong: Aksi demonstrasi kembali terjadi di Hong Kong. Para pedemo kini melakukan long march menuju Distrik Whampoa.
 
"Massa aksi memblokade jalan raya, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan," kata Kevin Egan, reporter Metro TV di lokasi kejadian, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
Protes Hong Kong memasuki pekan kesebelas. Para pedemo kali ini berjalan dari Hung Hom hingga ke Distrik Whampoa pada Sabtu sore waktu setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah melakukan musyawarah damai pada Jumat malam, massa kembali berkumpul di tengah kota. Mayoritas demonstran, menurut South China Morning Post, berprofesi sebagai dosen dan mahasiswa.
 
Polisi sebelumnya telah melarang aksi longmarch ini, tetapi akhirnya memberikan persetujuan di menit terakhir setelah perubahan rute, dari Taman Hoi Sham di To Kwa Wan ke stasiun MTR Whampoa.
 
Aksi protes ini mendapat perhatian dunia setelah awal pekan ini, massa memblokade Bandar Udara Internasional Hong Kong. Akibatnya selama dua hari bandara lumpuh dan ratusan penerbangan dibatalkan.
 
Diharapkan aksi kali ini berlangsung damai. Pasalnya, polisi Hong Kong sudah menyiapkan kendaraan yang dipersenjatai dengan merian air untuk menghalau massa bila terjadi kerusuhan.
 
Gelombang protes di Hong Kong telah terjadi selama lebih dari dua bulan, yang awalnya dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Namun aksi protes terus bergulir hingga kini meski proses pengesahan RUU Ekstradisi telah dihentikan pemerintah Hong Kong.
 
RUU Ekstradisi mengatur mengenai proses ekstradisi tersangka kasus kriminal tertentu dari Hong Kong untuk diadili di Tiongkok. Banyak warga Hong Kong menilai RUU Ekstradisi dapat mengikis demokrasi, kebebasan dan transparansi proses hukum.
 
Baca:Hong Kong Disorot Dunia, Tiongkok Lebih Berhati-hati
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif