Kapal tanker Adrian Arya yang sebelumnya bernama Grace 1. Foto: AFP
Kapal tanker Adrian Arya yang sebelumnya bernama Grace 1. Foto: AFP

Inggris Kecam Iran Kirim Minyak ke Suriah

Internasional inggris
Arpan Rahman • 11 September 2019 19:10
London: Menteri Luar Negeri Inggris mengecam Iran karena melanggar ‘jaminan’ setelah mengirim minyaknya ke Suriah menggunakan tanker Grace 1 yang kontroversial.
 
Dominic Raab mengeluarkan pernyataan setelah gambar satelit muncul yang menunjukkan kapal tanker itu, Adrian Darya 1, mendekati pelabuhan di Suriah.
 
Pada Juli, kapal disita oleh Gibraltar setelah Marinir Kerajaan Inggris turun ke kapal dan membawa krunya ke tahanan. Alasannya akan melanggar sanksi terhadap Suriah dengan mengirimkan minyak Iran ke rezim Presiden Assad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tapi tanker kemudian dibebaskan ketika para pejabat menerima janji dari Teheran bahwa kapal itu tidak akan pergi ke sana.
 
Sebuah pernyataan murka dari Kemenlu Inggris mengatakan "sekarang jelas bahwa Iran telah melanggar jaminan ini dan bahwa minyak telah dipindahkan ke Suriah dan rezim pembunuh Assad".
 
Duta Besar Iran telah dipanggil untuk menjelaskan "pelanggaran norma-norma internasional yang tidak dapat diterima", dan Inggris akan mengangkat masalah tersebut di PBB akhir bulan ini.
 
"Penjualan minyak ke rezim brutal Assad ini adalah bagian dari pola perilaku oleh pemerintah Iran yang dirancang untuk mengganggu keamanan regional,” ujar Menlu Inggris Dominic Raab.
 
"Ini termasuk memasok senjata secara ilegal ke gerilyawan Houthi di Yaman, mendukung teroris Hizbullah dan baru-baru ini upayanya untuk membajak kapal-kapal komersial yang melewati Teluk," tegas Raab, dinukil dari Sky News, Selasa 10 September 2019.
 
Kecurigaan bahwa jaminan akan dilanggar meningkat ketika kapal mematikan sistem identifikasi otomatisnya yang memungkinkan pergerakannya dilacak pekan lalu.
 
Hal itu mendorong penasihat keamanan nasional Amerika Serikat John Bolton untuk mempublikasikan gambar satelit yang menunjukkan kapal di dekat pelabuhan Tartus, dengan komentar: "Siapa pun yang mengatakan Adrian Darya-1 tidak menuju ke Suriah akan terbantah." Bolton pun pada akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Presiden AS Donald Trump pada Selasa.
 
Penonaktifan sistem pelacakan mengikuti pola tanker minyak Iran sementara menghilang dalam upaya menyembunyikan di mana mereka mengirimkan barang mereka, meskipun Amerika berupaya menangkap mereka.
 
AS mengatakan kapal itu dimiliki oleh Garda Revolusi Iran, sebuah faksi dari struktur kepemimpinan Iran yang melayani Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ditunjuk sebagai kelompok teror oleh Amerika.
 
Bolton juga mengutuk ‘penipuan’ Iran, men-tweet bahwa dengan dua pekan sebelum Majelis Umum PBB -- yang akan dihadiri oleh sebagian besar pemimpin dunia -- "Anda dapat memastikan #Iran bekerja lembur dalam penipuan".
 
"Mari kita tinjau pukulan terbesar, dimulai dengan yang paling baru. #Iran membantah Adrian Darya-1 menuju ke #Syria, kemudian mengkonfirmasi hari ini bahwa minyaknya diturunkan di sana. #IranWebOfLies," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif