Presiden Tsai Ing-wen menang telak dalam pemilu Taiwan, 11 Januari 2020. (Foto: AFP / Sam Yeh)
Presiden Tsai Ing-wen menang telak dalam pemilu Taiwan, 11 Januari 2020. (Foto: AFP / Sam Yeh)

Tiongkok Diminta Hadapi Realitas Kemerdekaan Taiwan

Internasional tiongkok taiwan
Arpan Rahman • 15 Januari 2020 16:00
Taipei: Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyerukan Tiongkok untuk "menghadapi realitas" dan "mengkaji kembali" kebijakan bertajuk "Satu Tiongkok." Kebijakan tersebut menetapkan bahwa Taiwan merupakan salah satu teritorial luar yang masih menjadi bagian dari Tiongkok.
 
Tokoh terdepan dalam menentang kebijakan Satu Tiongkok, Tsai berhasil menang telak dalam pemilihan umum Taiwan pada Sabtu 11 Januari.
 
"Kami berharap Tiongkok dapat secara penuh memahami opini dan keinginan yang telah diekspresikan warga Taiwan dalam pemilu. Kami juga berharap mereka mengkaji ulang sejumlah kebijakan," kata Tsai kepada awak media, disiarkan dari Guardian, Rabu 15 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komentar Tsai terucap beberapa hari usai diplomat senior Tiongkok bahwa unifikasi Taiwan dengan Negeri Tirai Bambu merupakan "keniscayaan historis." Diplomat itu juga mengatakan bahwa siapapun yang menentang unifikasi, maka akan "mengeluarkan bau busuk selama 10 ribu tahun" -- sebuah idiom Tiongkok mengenai kehidupan seseorang yang akan jatuh ke titik terendah.
 
Tiongkok berulang kali menegaskan akan menyatukan Taiwan ke wilayahnya, bahkan dengan kekuatan militer jika meang diperlukan. Sejumlah analis meyakini Presiden Xi Jinping berencana mewujudkan tekadnya itu pada 2049.
 
Di bawah kepemimpinan periode pertama Tsai, Beijing memutuskan mekanisme dialog resmi dengan Taiwan. Tiongkok juga berusaha mengisolasi Taiwan agar tidak menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.
 
Dalam upaya unjuk kekuatan, Tiongkok sempat mengerahkan kapal induk terbarunya melewati Selat Taiwan menjelang pemilu lalu.
 
Tsai menentang unifikasi, namun tidak pernah berkata akan secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan Taiwan. "Kami tidak perlu mendeklarasikan diri sebagai negara independen," tutur Tsai kepada BBC.
 
"Kami sudah menjadi independen, dan menyebut negara ini sebagai Republik Tiongkok, Taiwan," tegasnya.
 
Menurut Tsai, pemilu telah menjadi media penyampai "pesan kuat dari masyarakat Taiwan. "Kami adalah negara demokrasi yang sukses. Kami pantas mendapat penghormatan dari Tiongkok," ucap Tsai.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif