Petugas yang mengenakan pakaian pelindung dan masker bersiaga di stasiun kereta api bawah tanah di Beijing, Tiongkok. (Foto: AFP)
Petugas yang mengenakan pakaian pelindung dan masker bersiaga di stasiun kereta api bawah tanah di Beijing, Tiongkok. (Foto: AFP)

Tiongkok Lanjutkan Produksi Masker di Tengah Wabah Korona

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 01 Februari 2020 21:16
Beijing: Sejumlah perusahaan di Tiongkok melanjutkan kegiatan memproduksi masker demi memenuhi kebutuhan domestik di tengah mewabahnya virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Sejak virus korona mulai mewabah, sejumlah perusahaan tersebut menghentikan kegiatan demi menekan penyebaran di kalangan karyawan.
 
Menurut laporan kantor berita Xinhua, Sabtu 1 Februari 2020, sejumlah perusahaan pembuat masker yang sempat berhenti beroperasi, memulai kembali aktivitas seperti biasa. Tiongkok merupakan salah satu negara produsen terbesar masker medis.
 
"Semua orang (di Tiongkok) menggunakan masker, mulai dari staf medis hingga orang biasa. Sekarang, masker-masker itu langsung dibuang setelah dipakai, sehingga permintaannya begitu meledak sementara pasokannya menurun," ucap Li Lingshen, kepala Asosiasi Kain dan Tekstil Industri Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Total 136 perusahaan di Tiongkok yang memproduksi peralatan medis berada di provinsi Jiangxi. Dengan lebih dari 60 ribu orang terlibat dalam proses produksi dan penjualan, sedikitnya 30 perusahaan terus beroperasi dalam dua hari terakhir.
 
"Pemerintah mendukung penuh perusahaan-perusahaan tersebut dalam bidang pembelian material mentah dan juga subsidi," tutur Chen Jian, Kepala Departemen Sains, Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok.
 
Berdasarkan data terbaru Kementerian Industri dan Informasi Tiongkok, Negeri Tirai Bambu memproduksi sekitar delapan juta masker per hari.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengeluarkan data terbaru virus korona Sabtu ini, yakni 259 korban tewas dan total kasus di seantero negeri mencapai 11.791.
 
Semua kematian terjadi di Tiongkok, meski kasus virus korona dikonfirmasi di sedikitnya 23 negara. Puluhan negara tersebut beramai-ramai mengevakuasi warga mereka dari Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV.
 
Sejumlah negara yang telah mengevakuasi warga mereka di antaranya Inggris, India, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga tengah mengevakuasi sekitar 250 WNI dari Wuhan, provinsi Hubei.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif