Polisi bentrok dengan demonstran di distrik Sheung Shui, Hong Kong, Sabtu 13 Juli 2019. (Foto: AFP/Philip Fong)
Polisi bentrok dengan demonstran di distrik Sheung Shui, Hong Kong, Sabtu 13 Juli 2019. (Foto: AFP/Philip Fong)

Lanjutkan Protes, Demonstran Hong Kong Sasar Pedagang Tiongkok

Internasional hong kong
Arpan Rahman • 14 Juli 2019 15:04
Hong Kong: Demonstran Hong Kong merencanakan aksi protes di hari kedua pada Minggu 14 Juli 2019 di sebuah area yang populer di kalangan pedagang asal Tiongkok. Pengunjuk rasa berharap mereka tersebut dapat menceritakan kembali apa yang terjadi di Hong Kong saat pulang nanti.
 
Aksi unjuk rasa di Hong Kong sejak akhir Maret dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Meski proses pengesahan RUU Ekstradisi telah dihentikan, gelombang protes terus berlanjut menjadi penentangan terhadap sejumlah isu, termasuk soal melonjaknya jumlah pedagang asal Tiongkok.
 
Sabtu 13 Juli, demonstrasi di Sheung Shui, sebuah distrik yang berbatasan dengan Tiongkok berujung ricuh. Pedemo melemparkan payung dan topi ke arah polisi, yang membalas dengan memukulkan tongkat serta menggunakan semprotan merica.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Channel News Asia, unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung hari ini akan digelar di Sha Tin, sebuah kota di 'teritori baru' yang terletak antara Hong Kong dan Tiongkok. Sha Tin dikenal ramai dikunjungi wisatawan dari Negeri Tirai Bambu.
 
Sha Tin pernah menjadi lokasi protes masyarakat Hong Kong yang keberatan dengan membludaknya kedatangan warga Tiongkok.
 
Menurut data pemerintah, lebih dari 23,6 juta warga Tiongkok mengunjungi Hong Kong di lima bulan pertama tahun ini. Angka tersebut naik 17,5 persen dari tahun sebelumnya.
 
Pemerintah Hong Kong mengecam aksi protes pada Sabtu kemarin yang ditujukan kepada kelompok "pedagang paralel" asal Tiongkok. Pedagang paralel adalah sebutan bagi warga yang membeli banyak barang di Hong Kong dan menjualnya kembali di Tiongkok.
 
Dalam 18 bulan terakhir, pemerintah Hong Kong telah menangkap 126 pengunjung asal Tiongkok yang dinilai melanggar aturan masa tinggal dan terlibat 'perdagangan paralel.'
 
Sebelumnya, pemimpin Hong Kong telah mengatakan bahwa RUU Ekstradisi telah 'mati.' Namun demonstran tidak memercayainya.
 
Hong Kong dikembalikan oleh koloni Inggris ke Tiongkok pada 1 Juli 1997. Namun, kota ini dikelola terpisah di bawah pengaturan skema 'Dua Sistem, Satu Negara.'
 
Baca:Demonstran Tidak Percaya RUU Ekstradisi Hong Kong 'Mati'
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif