Penyerahan Gamelan Jawa oleh Indonesia kepada JNU di New Delhi, Kamis 7 November 2019. (Foto: KBRI New Delhi)
Penyerahan Gamelan Jawa oleh Indonesia kepada JNU di New Delhi, Kamis 7 November 2019. (Foto: KBRI New Delhi)

Indonesia Hadiahkan Gamelan Jawa ke Universitas JNU India

Internasional indonesia-india
Willy Haryono • 10 November 2019 20:08
New Delhi: Rektor Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta, Prof. Dr. Sumaryoto, secara resmi menghibahkan satu set lengkap Gamelan Jawa kepada Jawaharlal Nehru University (JNU), salah satu perguruan tinggi ternama di India.
 
Penyerahan diselenggarakan di kampus JNU, New Delhi, India pada Kamis 7 November yang dihadiri oleh akademisi, mahasiswa dan budayawan India.
 
Pemberian hibah alat musik tradisional Gamelan Jawa dan Wayang Kulit kepada JNU merupakan bentuk kepedulian dan dukungan para civitas Indonesia kepada kedua pemerintah untuk merapatkan kembali kedekatan sejarah yang pernah terjalin harmonis sejak ribuan tahun silam, yang kisahnya tersiratkan dari era kerajaan Kutai hingga era Kemahapatihan Majapahit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemberian hibah juga menyisipkan harapan besar, bahwa nantinya publik India akan lebih mengenal khazanah budaya Nusantara, bukan saja dari tanah Jawa, tetapi juga dari daerah-daerah lain di Indonesia yang mempunyai ciri khas masing-masing dan kaya akan nilai seni dan budaya.
 
Merupakan akulturasi sekaligus bukti sejarah bahwa hubungan Indonesia-India telah melahirkan unsur humaniora yang mengakar, yang diimplementasikan mulai dari aspek bahasa, budaya, kuliner, kepercayaan, agama hingga kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut merupakan potensi besar yang bisa dijadikan pondasi kuat dalam merangkai keharmonisan kedua bangsa, sekaligus mendorong peningkatan hubungan bilateral Indonesia-India di berbagai sektor kerja sama untuk kesejahteraan kedua bangsa.
 
"JNU mendapat kehormatan tak terhingga, karena telah dipercaya untuk menerima dan merawat alat musik gamelan yang bukan hanya bernilai tinggi secara materi, namun juga memiliki nilai budaya yang luar biasa. Saya cukup terkejut karena kisah epik Ramayana dan Mahabarata yang ditampilkan melalui pentas Wayang Kulit ternyata jadi semakin apik saat diiringi gamelan yang menghasilkan lantunan yang magic," Ujar Prof. Sharad K. Soni, Director International Collaboration, JNU dalam sambutanya.
 
"Atas nama JNU, saya mengucapkan terima kasih kepada KBRI New Delhi dan semua pihak yang terlibat sehingga Gamelan Jawa yang beratnya hampir 1 ton ini bisa tiba di India dengan lancar, dan hari ini adalah momen penting sekaligus simbol kedekatan kedua bangsa di era milenial," tambahnya, dalam keterangan tertulis KBRI New Delhi yang diterima Medcom.id, Minggu 10 November 2019.
 
Atase Pendidikan KBRI New Delhi, Lestyani Yuniarsih, juga menegaskan bahwa penyerahan Gamelan Jawa akan ditindaklanjuti dengan kerja sama budaya untuk latihan memainkan alat musik gamelan. Latihan ini tidak hanya untuk mahasiswa JNU, namun juga terbuka bagi publik India secara umum. Untuk itu, Kemendikbud RI diharapkan bisa mengirim guru seni musik gamelan untuk memberikan pelatihan secara berkala.
 
Indonesia Hadiahkan Gamelan Jawa ke Universitas JNU India
Atase Pendidikan KBRI New Delhi, Lestyani Yuniarsih. (Foto: KBRI New Delhi)
 
Sejalan dengan hal tersebut, untuk lebih mempopulerkan gamelan dan wayang di India, Dr. Gautam Jha yang merupakan guru bahasa Indonesia di JNU akan menginisasi pembentukan Gamelan Club of India.
 
Momen penyerahan hibah Gamelan Jawa dan Wayang Kulit tersebut merupakan salah satu dari agenda konferensi internasional bertema "Indian Epics & & Soft Power: India & Southeast Asia" yang diselenggarakan di JNU, dan berkolaborasi dengan Unindra PGRI Jakarta dan KBRI New Delhi dalam rangka merayakan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India (1949-2019).
 
Narasumber utama dari Indonesia pada konferensi tersebut adalah Prof. Dr. Sumaryoto, Rektor Universitas Indraprasta (PGRI) Jakarta dan Prof. Iwan Pranoto, Guru Besar Ilmu Matematika ITB yang juga pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan di KBRI New Delhi (2015-2017). Selain itu, dua dosen dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan juga dua lainnya dari Unindra PGRI Jakarta turut hadir memberikan presentasi.
 
Dua dalang cilik Indonesia pamer kebolehan di Negeri Bollywood
 
Puluhan pengunjung Auditorium-1, Convention Centre JNU jadi saksi kelincahan dan kemahiran dua dalang cilik asal Indonesia pada pentas wayang kulit di kampus JNU New Delhi, Rabu 6 November.
 
Di hadapan para budayawan, akademisi, mahasiswa India dan asing JNU, Pramariza Fadhlansyah (14) dan Rafi Ramadhan (12) pelajar dari sekolah swasta di daerah Depok, pamer kebolehan ketika memainkan wayang kulit dengan tajuk "Ajinorontoko: The Supernatural Power of Gathutkaca" -- sebuah lakon Gatot Kaca yang mewarisi kekuatan supernatural dalam melawan aksi kebatilan.
 
Sontak saja penampilan Riza dan Rafi -- panggilan akrab mereka -- mendapat respons meriah dari penonton. Permainan wayang mereka yang diiringi lantunan musik gamelan semakin menghidupkan lakon-lakon yang diceritakan. Tampil di depan warga negara asing tidak serta merta membuat Riza dan Rafi gugup, namun justru membuat penampilan mereka semakin hidup.
 
"Saya seperti tersihir melihat penampilan wayang kedua anak pintar itu, juga lantunan gamelan yang dimainkan telah menghasilkan kolaborasi luar biasa, dan saya pikir akademisi India perlu melakukan penelitian tentang gamelan dan perwayangan Indonesia dalam rangka menemukan benang merah epik Ramayana dan Mahabarata dari versi Indonesia dengan yang ada di India. Well done kids!” ungkap Dr. Sheetal Sharma.
 
Uniknya, Riza dan Rafi menguasai teknik-teknik perwayangan justru dari latihan secara otodidak melalui YouTube. Mereka mengaku terinspirasi dan berguru dengan Dalang YouTuber, yakni Ki Pamungkas Bayu Aji.
 
Pentas wayang kulit tersebut merupakan bentuk pengenalan kepada publik India. sebelum semua perangkat Gamelan Jawa dan Wayang Kulit diserahkan kepada pihak JNU.
 
Indonesia Hadiahkan Gamelan Jawa ke Universitas JNU India
Penampilan dua dalang cilik Indonesia di JNU India. (Foto: KBRI New Delhi)
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif