Kemenlu Terus Bantu Evakuasi WNA di Pulau-Pulau Gili
Proses evakuasi di Gili, Lombok, Rabu 8 Agustus 2018. (Foto: Kemenlu RI)
Lombok: Pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pekan lalu, Tim Kementerian Luar Negeri bersama Basarnas hari ini, Rabu 8 Agustus 2018, melakukan proses evakuasi yang difokuskan di Gili Meno dan Gili Air. 

Proses evakuasi di Gili Meno menggunakan kapal besar, sementara di Gili Air menggunakan perahu karet sesuai jumlah WNA yang dievakuasi.

Dari keterangan pers yang diterima Medcom.id, diperoleh informasi bahwa masih ada puluhan WNA di Gili Meno yang perlu dievakuasi. 


Sementara di Gili Air, tiga WNA memerlukan evakuasi. Adapun sebagian WNA telah menyewa kapal warga sekitar untuk melakukan evakuasi mandiri ke Lombok dari kedua lokasi tersebut.


Proses evakuasi dengan perahu karet. (Foto: Kemenlu RI)

Lebih dari 70 permohonan bantuan WNA telah diterima Indonesia sejak tiga hari terakhir. Permohonan itu berasal dari Kedutaan Besar Inggris, Prancis, Italia, Finlandia, Spanyol, Jepang, Ceko, Portugal, dan masih banyak lagi.

Gempa mengguncang Lombok, NTB pukul 18.46 WIB, Minggu, 5 Agustus 2018. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 132 gempa susulan terhitung sejak gempa 7.0 SR hingga Senin pukul 08.00 WIB. Korban tewas sejauh ini mencapai 105 orang dengan ratusan lainnya luka-luka.

Sejumlah negara juga telah menawarkan bantuan kepada Indonesia, seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, Menteri Luar Negeri Malaysia Saiffudin Abdullah langsung menelepon Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi untuk menawarkan bantuan.

 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id