Empat menteri umumkan implementasi SVLK dalam FLEGT-VPA (Foto: Sonya Michaella/MTVN)
Empat menteri umumkan implementasi SVLK dalam FLEGT-VPA (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

RI Umumkan Siap Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

Internasional kayu
Sonya Michaella • 12 Mei 2016 15:51
medcom.id, Jakarta: Indonesia sudah sangat siap untuk mengimplementasikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dalam Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA).
 
Hal tersebut disampaikan secara bersamaan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Perindustrian Saleh Husin.
 
"Diplomasi ini dilakukan saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Belgia, tepatnya ke delegasi Uni Eropa. Ini sangat tidak mudah dan butuh komitmen yang sangat kuat yang meliputi semua orang dan ini merupakan aset Indonesia," kata Menlu Retno di Kementerian LHK, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menlu Retno menjelaskan awal mula SVLK digagas pada 2003, lalu pada 2007 dimulai negosiasi dan pada 2013 negosiasi selesai dan penandatanganan.
 
"Pada 2014 proses ratifikasi dan sekarang adalah saatnya pelaksanaannya," ujarnya lagi.
 
Selain itu, Indonesia akan mendapat predikat negara pertama di dunia yang mendapat FLEGT license jika FLEGT-VPA ini bisa berjalan dengan lancar dan baik.
 
Menteri LHK Siti Nurbaya juga menegaskan bahwa SVLK ini mewujudkan peraturan baru yaitu kayu yang keluar dari Indonesia adalah kayu yang legal dan resmi.
 
"Kami di sini bersama-sama menghalangi adanya penjualan kayu secara ilegal menutup pasar kayu ilegal," tegas Menteri LHK Siti.
 
Ia juga menambahkan bahwa SVLK memudahkan penjualan kayu resmi dari Indonesia ke Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), Australia dan Jepang.
 
Sementara itu, Mendag Thomas mengatakan bahwa hal ini merupakan peningkatan pertumbuhan ekspor Indonesia. "Ini contoh kerja sama terbaik yang pernah ada. Kita bisa membangun kepercayaan dengan negara lain dan meningkatkan standar Indonesia," ungkapnya.
 
Hal tersebut juga turut diungkapkan Menperin Saleh. "Industri kita wajib menata dan mengelola secara sustainable dan baik," tutupnya.
 
Pekan depan pada 18 Mei di Brussels akan berlangsung pertemuan Joint Implementing Commitee (JIC) antara Indonesia dan Komisi Uni Eropa untuk menentukan tanggal yang paling tepat dalam melakukan implementasi FLEGT-VPA Indonesia-UE.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif