Anak-anak imigran dipisahkan oleh orangtuanya saat memasuki perbatasan Amerika Serikat (Foto: AFP).
Anak-anak imigran dipisahkan oleh orangtuanya saat memasuki perbatasan Amerika Serikat (Foto: AFP).

Militer AS Siapkan Penampungan untuk Anak-anak Imigran

Internasional amerika serikat imigran gelap
Fajar Nugraha • 21 Juni 2018 11:31
Washington: Militer Amerika Serikat (AS) siap menyediakan penampungan bagi laki-laki, perempuan dan anak-anak yang ditahan karena berusaha masuk ke Amerika secara gelap melalui perbatasan Meksiko.
 
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghentikan kebijakan memisahkan anak-anak imigran gelap dengan orantuanya.
 
Baca juga: Trump Setop Kebijakan Pemisahan Keluarga Imigran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden Donald Trump pada Rabu 20 Juni minta kepada Menteri Pertahanan Jenderal James Mattis 'untuk mengambil semua langkah yang tersedia' untuk menampung para imigran itu di fasilitas-fasilitas tentara yang sudah ada. Perintah juga menyebutkan kalau perlu dibangun tempat-tempat penampungan baru.
 
Empat pangkalan militer AS di negara bagian Texas dan satu di Arkansas sedang dipertimbangkan untuk dijadikan tempat penampungan pengungsi itu.
 
Kata para pejabat Kementerian Pertahana AS, kalau barak-barak tentara di keempat pangkalan militer itu jadi digunakan untuk pengungsi, pihak militer tidak bertanggungjawab atas keamanan dan juga tidak akan memberikan layanan lainnya.
 
Jenderal Mattis mengatakan, ini bukan pertama kalinya militer diminta untuk menampung warga sipil.
 
"Kami telah menampung pengungsi. Kami telah menampung orang-orang yang kehilangan rumah karena gempa bumi dan angin topan," kata Mattis kepada wartawan, seperti dikutip VOA Indonesia, Kamis 21 Juni 2018.
 
Kementerian Pertahanan AS nantinya tidak memainkan peran langsung dalam menanggapi situasi di sepanjang perbatasan dengan Meksiko, selain membantu penempatan pasukan Garda Nasional ke kawasan perbatasan itu.
 
Tapi dalam aksi protes simbolis atas kebijakan 'zero tolerance' atau 'tidak ada toleransi' yang dijalankan Presiden Trump atas pengungsi yang masuk secara gelap ke Amerika, dengan memisahkan anak-anak dari keluarga mereka. Gubernur dari hampir 12 negara bagian mengumumkan akan segera menarik pasukan Garda Nasional mereka yang sudah dikirim ke perbatasan.
 
Kebijakan memisahkan anak-anak dihentikan
 
Perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Trump menyebutkan untuk menghentikan kebijakan memisahkan anak imigran dengan keluarganya di perbatasan AS dan Meksiko.
 
Baca juga: Perintah Eksekutif Trump soal Imigran Berlaku Sementara.
 
Namun, ia menetapkan bahwa keluarga imigran harus ditahan bersama ketika tertangkap masuk ke AS secara ilegal.
 
"Masalah ini muncul bersamaan ketika kami ingin menyatukan keluarga dan memastikan bahwa perbatasan kami juga kuat," kata Trump.
 
Meksiko pun mengutuk sikap Trump tersebut. Mereka menyebut bahwa kebijakan Trump tidak manusiawi.
 
Saat ini, memang terdapat ratusan anak imigran yang ditahan Washington dalam 'kandang' khusus di perbatasan AS-Meksiko.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi