Pemerintah Tiongkok batalkan perayaan besar Tahun Baru Imlek karena virus Korona. Foto: AFP
Pemerintah Tiongkok batalkan perayaan besar Tahun Baru Imlek karena virus Korona. Foto: AFP

Cegah Penyebaran Virus Korona, Tiongkok Batalkan Pesta Imlek

Internasional virus korona tiongkok
Marcheilla Ariesta • 24 Januari 2020 09:55
Beijing: Otoritas Tiongkok membatalkan semua festival perayaan Imlek berskala besar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah wabah virus korona semakin meluas.
 
Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing menyebutkan kebijakan ini dibuat untuk mencegah penularan virus. Padahal, perayaan Tahun Baru China 2020 dijadwalkan sejak Sabtu 25 Januari hinhga 8 Februari mendatang.
 
"Untuk melindungi masyarakat, mengurangi kerumunan massa dan memastikan orang-orang dapat melewati Imlek dengan damai dan harmonis, diputuskan untuk membatalkan semua acara berskala besar, termasuk pameran kuil di Beijing pada hari ini," kata Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNN, Jumat 24 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka berharap warga mendukung keputusan tersebut guna mencegah penyebaran virus semakin meluas. "Kami akan memberi tahu apabila ada perubahan kebijakan nantinya. Kami berharap warga menikmati Imlek," imbuh mereka.
 
Tak hanya membatalkan perayaan Imlek berskala besar, Pemerintah Tiongkok jyga telah menutup seluruh akses masuk dan keluar Kota Wuhan. Mereka juga menghentikan seluruh layanan transportasi dari dan ke kota itu.
 
Bahkan, pemerintah juga mengisolasi dua kota yang terletak tak jauh dari Wuhan. Pemerintah juga mewajibkan para penduduk mengenakan masker jika berada di luar ruang.
 
Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah Tiongkok dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi. Sampai saat ini dilaporkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Negeri Tirai Bambu mencapai 570 orang.
 
Sementara itu, beberapa kasus virus ini juga terdapat di Amerika Serikat, Taiwan, Hong Kong, Macau, Jepang, Korea Selatan dan Thailand.
 
Penyebaran virus corona menyerupai SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang menewaskan hampir 650 orang di daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu. Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif