Lagi, Najib Razak Diperiksa KPK Malaysia
Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP)
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali dipanggil Komisi Anti Korupsi Malaysia. Kali ini, ia diperiksa terkait proyek pengadaan listrik sekolah di Sarawak.

Ia tiba dan masuk ke Komisi Anti Korupsi pada pukul 09.22 pagi waktu setempat, hari ini.

Dilansir dari laman Strait Times, Senin 19 November 2018, Najib sudah menghadapi hampir 40 tuduhan pengadilan soal korupsi, pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Semua tuduhan tersebut terkait dengan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).


Sementara itu, istrinya, Rosmah Mansor, dituduh melakukan dua korupsi proyek hibrida surya sekolah Sarawak senilai 1,25 miliar Ringgit atau setara dengan Rp4,3 triliun. Pelanggaran ini diduga dilakukan Rosmah antara Maret sampai April 2016.

Baca: Istri Najib Razak Dituding Gelapkan Dana Sekolah

Proyek hibrida surya sempat menimbulkan kontroversi ketika Sarawak Report menuduh bahwa kontrak tersebut dialihkan kepada perusahaan yang berbasis di Bintulu, Jepak Holdings. Perusahaan tersebut adalah perusahaan transportasi yang diduga milik Najib Razak.

Jepak Holdings pernah menandatangani penyediaan solar, perbaikan generator dan sistem hibrida surya untuk 369 sekolah pedesaan di Sarawak. Namun, hingga saat ini, tak satupun sekolah tersebut memilikinya.

Dalam kasus 1MDB, Rosmah dituding terlibat dalam pencucian uang dan juga kepemilikan barang-barang mewah, seperti puluhan tas Hermes dan perhiasan. Tak hanya itu, Rosmah juga kerap menghabiskan ribuan dolar Amerika untuk berbelanja di luar negeri.

Sebelumnya, MACC telah menyita sekitar USD257 juta, 567 tas tangan bermerek, serta 423 jam tangan. Sebanyak 12 ribu perhiasan juga disita yang terdiri dari 1.400 kalung, 2.200 cincin, 2.800 pasang anting dan 14 tiara.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id