Anggota Dewan Eksekutif Perak, Paul Yong, dituduh melakukan pemerkosaan kepada WNI. (Foto: Malay Mail/Farhan Najib).
Anggota Dewan Eksekutif Perak, Paul Yong, dituduh melakukan pemerkosaan kepada WNI. (Foto: Malay Mail/Farhan Najib).

Bantah Perkosa TKI, Anggota Dewan Malaysia Dibebaskan

Internasional pemerkosaan
Marcheilla Ariesta • 12 Juli 2019 12:45
Kuala Lumpur: Seorang anggota dewan eksekutif Perak mengakui dirinya merupakan pejabat negara yang dituduh memperkosa tenaga kerja Indonesia (TKI). Paul Yong mengakui hal itu usai dibebaskan dengan jaminan setelah penangkapannya, di Ipoh, Perak.
 
Meski demikian, dia terus membantah tuduhan pemerkosaan tersebut. Menurut Paul Yong, tuduhan itu mengejutkan dan membingungkan.
 
"Saya dengan tegas menyangkal tuduhan tersebut. Saya tegaskan kembali, bahwa saya tidak pernah memperkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadapnya," kata Paul Yong, dilansir dari Malay Mail, Jumat, 12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Malaysia Tangkap Anggota Dewan Terduga Pemerkosa WNI
 
"Sambil mempertahankan bahwa saya tidak bersalah sama sekali, saya akan terus bekerja sama penuh dengan polisi, dan membawa saksi untuk membantu polisi dalam penyelidikan mereka, untuk menunjukkan bahwa tuduhan itu salah," imbuhnya.
 
Yong menambahkan dirinya menghormati aturan hukum dan berharap polisi akan melakukan penyelidikan secara profesional dan independen.
 
"Saya percaya kebenaran akan menang," tuturnya.
 
Baca juga:WNI Korban Pemerkosaan di Malaysia Trauma
 
Yong ditangkap pada Rabu lalu dan memberikan pernyataannya kepada penyidik. Namun, pada Kamis, 11 Juli kemarin dia dibebaskan dengan jaminan.
 
Kemarin, perwakilan dari Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur telah bertemu dengan korban. "Saat dikunjungi, kondisi fisik korban dalam keadaan baik, meskipun secara psikis mengalami trauma," kata Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Joedha Nugraha.
 
Dia menambahkan, KBRI akan terus memonitor proses penegakan hukum terhadap pelaku. Selain itu, untuk menenangkan korban, KBRI mengupayakan yang bersangkutan tinggal di shelter KBRI Kuala Lumpur.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif