Selandia Baru melakukan pembersihan dari sistem pengairannya. Foto: AFP
Selandia Baru melakukan pembersihan dari sistem pengairannya. Foto: AFP

Bersih-bersih Air Kotor ala Selandia Baru

Internasional selandia baru krisis air bersih
Medcom • 06 September 2019 06:34
Wellington: Selandia Baru mengumumkan rencana untuk melindungi perairannya, menyusul kritik yang meluas bahwa pertanian industri dan pariwisata yang berlebihan telah mencemari danau dan sungai. Kondisi ini telah merusak citra Selandia Baru sebagai negara yang ramah lingkungan.
 
Langkah-langkah baru mengatur pembatasan pada intensifikasi pertanian, konversi lahan untuk pekerja penghasil susu, dan jumlah pupuk nitrogen sintetis yang digunakan petani di ladang.
 
“Sungai, danau dan lahan basah kami berada dibawah ancaman serius setelah bertahun-tahun terabaikan,” tutur Menteri Lingkungan, David Parker dalam pernyataan, dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis, 5 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan, “Air bersih sangat penting bagi perekonomian kita dan bagi citra kita sebagai negara. Ekspor dan pariwisata utama kita bergantung pada citra hijau dan bersih kita”.
 
Sebuah industri peternakan sapi perah yang berkembang pesat bersamaan dengan lonjaknya wisatawan yang mencari daya tarik alam yang belum terjamah, telah berdampak buruk pada lingkungan Selandia Baru.
 
Menurut beberapa ahli, jaringan luas negara yang dulunya adalah sungai dan danau yang masih asli, sekarang merupakan yang paling tercemar di antara negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Developmen (OECD).
 
“Sekitar 60 persen saluran air di Selandia Baru tidak layak untuk berenang,” tutur Kementerian Lingkungan dalam sebuah laporan pada tahun 2014.
 
Para ahli menuturkan kualitas air semakin memburuk sejak saat itu.
 
Rencana pembatasan ini tersebut juga mencakup peningkatan praktik pertanian ‘berisiko’ dan memastikan petani mengelola risiko lingkungan. Hal ini dapat menjanjikan perlindungan yang lebih kuat untuk lahan basah dan sungai.
 
Pemerintah mengatakan hal ini bertujuan untuk mencapai peningkatan nyata dalam lima tahun.
 

 

Penulis: Fitri Nur Rizkyani
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif