Warga Jepang mengenakan masker dalam mengantisipasi ancaman virus korona. (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Warga Jepang mengenakan masker dalam mengantisipasi ancaman virus korona. (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)

Jepang Berencana Kirim Pesawat Evakuasi ke Wuhan

Internasional virus korona jepang
Willy Haryono • 28 Januari 2020 12:59
Tokyo; Jepang berencana mengirim sebuah pesawat untuk mengevakuasi semua warganya dari Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Tiongkok. Rencana evakuasi dijadwalkan dimulai hari ini, Selasa 28 Januari 2020.
 
"Kami telah menyelesaikan persetujuan, dan kubu Tiongkok telah berkata kepada kami bahwa mereka siap menerima satu penerbangan sewaan. Persiapan juga telah dibuat untuk mengamankan transportasi ke bandara," kata Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi kepada awak media di Tokyo, dikutip dari laman AFP.
 
"Penerbangan perdana menuju bandara Wuhan akan dilakukan malam ini. Kami juga akan membawa sejumlah alat bantu seperti masker dan baju pelindung bagi warga Tiongkok dan juga Jepang," sambung dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, sekitar 200 orang akan naik ke pesawat sewaan Jepang. Sekitar 200 orang itu merupakan bagian dari 650 warga negara Jepang yang berada di Wuhan.
 
"Koordinasi dengan Pemerintah Tiongkok dan agensi terkait terus berlangsung, termasuk mengenai keamanan selama proses transportasi. Ini dilakukan agar semua warga negara Jepang dapat pulang ke rumah masing-masing secepat mungkin," tutur Motegi.
 
Pesawat sewaan Jepang ini dijadwalkan tiba di Wuhan pada Rabu pagi. Sejumlah staf medis akan berada di pesawat tersebut untuk memeriksa semua warga Jepang yang dipulangkan.
 
"Ada empat orang per pesawat, yakni satu dokter medis, satu staf karantina, satu perawat dan satu petugas. Kami akan melakukan karantina sepanjang penerbangan pulang," sebut seorang pejabat Kementerian Kesehatan Jepang kepada AFP.
 
Semua penumpang pesawat sewaan ini diwajibkan mengisi formulir kesehatan dan juga mencantumkan nomor kontak.
 
Seorang pejabat lainnya dari Kemenkes Jepang mengatakan, warga yang terdeteksi mengalami demam tinggi di Wuhan mungkin akan ditolak naik ke pesawat. Sementara mereka yang menunjukkan gejala saat sudah di pesawat, akan langsung dilarikan ke rumah sakit begitu tiba di Jepang.
 
Sejauh ini, korban tewas virus korona nCoV telah mencapai 106 orang, dengan total kasus terkonfirmasi melampaui 4.000 di Tiongkok.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum dapat memastikan apakah virus korona nCoV menular selama periode inkubasi sebelum munculnya gejala penyakit.
 
Virus korona nCoV dikabarkan pertama kali muncul pada Desember lalu di sebuah pasar yang menjual beragam hewan di Wuhan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif