Pusat Studi Indonesia Ternyata Ada di Kota Xiamen
Kunjungan ke Universitas Huaqiao di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok, Jumat 27 April 2018. (Foto: KJRI Guangzhou)
Xiamen: Duta Besar Djauhari Oratmangun bersama Konjen RI Guangzhou melakukan kunjungan ke Pusat Studi Indonesia, Huaqiao University, di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok, Jumat 27 April 2018. 

Dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Sabtu 28 April 2018, Kunjungan disambut hangat Dekan Fakultas Hubungan Internasional, Prof. Wang Qiubin, didampingi Kepala Pusat Studi Indonesia, Mr. Chen Tsung Yuan, dan profesor-profesor lainnya.

Pusat Studi Indonesia di Huaqiao University didirikan pada November 2016 di bawah manajemen Fakultas Hubungan Internasional, dengan didukung Pemerintah Provinsi Fujian dan Huaqiao University. Pusat Studi ini fokus pada penelitian mengenai Indonesia di Bidang Politik, Keamanan, Ekonomi, Sosial-Budaya, serta hubungan bilateral dengan Tiongkok. 


Sejak didirikan, Pusat Studi telah bekerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Bina Nusantara, dan President University.


Kunjungan ke Universitas Huaqiao. (Foto: KJRI Guangzhou)
 
Tenaga Pengajar pada Pusat Studi Indonesia merupakan profesional berpengalaman dalam penelitian mengenai Indonesia. Penelitian berkembang dari hanya mengenai agama, returned overseas, dan bahasa, kini telah membahas beragam hal terkait bantuan internasional, isu perbatasan, serta proyek-proyek penerjemahan dokumen.
 
Universitas Huaqiao merupakan salah satu universitas unggulan di Tiongkok. Mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di universitas ini diperkirakan mencapai 300 mahasiswa yang berasal dari Jakarta, berbagai kota di Jawa Tengah, Surabaya, dan Medan. 
 
Dubes Oratmangun menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas eksistensi Program Studi Indonesia di Huaqiao University. Ia menegaskan komitmen perwakilan Republik Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok untuk sedapat mungkin membantu dan memfasilitasi program-programnya bagi kedekatan hubungan dua negara. 

Ia meyakini hubungan kedua negara akan terus meningkat dalam konteks yang lebih cerah dan saling menguntungkan di masa mendatang. Pusat kajian akan berperan dalam memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak pengambil kebijakan, sektor swasta dll. 
 
Dalam kesempatan ini, Dubes Oratmangun juga menyampaikan terima kasih kepada pihak universitas yang telah memberikan fasilitas berupa tempat pelaksanaan Kongres dan Simposium Nasional Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok yang ke-7.


Kunjungan ke Universitas Huaqiao. (Foto: KJRI Guangzhou)



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id