Jembatan Diplomasi Pangkas Jarak Tempuh Warga 2 Kabupaten Garut
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat berada di Garut meresmikan Jembatan Diplomasi, Jumat 13 Juli 2018 (Foto: Kemenlu RI).
Garut: Dua puluh tahun dianggap sebagai wilayah tertinggal, Garut kini ingin merubah persepsi itu. Mendapat bantuan dari Kementerian Luar Negeri dan perwakilan negara sahabat yang ada di Indonesia, Bupati Garut H. Rudi Gunawan mengatakan masyarakatnya sangat senang.
 
"Kami mengucap rasa syukur yang luar biasa atas diresmikannya Jembatan Diplomasi. Sejak 2015, saat saya dan Pak Wabup menjabat, kami (Garut) mulai mendapat berbagai bantuan dari berbagai perwakilan asing," kata Rudi saat meresmikan Jembatan Diplomasi bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Garut, Jawa Barat, Jumat 13 Juli 2018.
 
Jembatan Diplomasi dibangun untuk menghubungkan dua desa di Kabupaten Garut. Pasalnya, jembatan yang menghubungkan Desa Cibunar Kecamatan Tarogong Kidul dan Desa Mangku Rakyat Kecamatan Cilawu tergerus banjir bandang 2015 lalu.
 
"Musibah itu luar biasa, air masuk ke sungai begitu deras sehingga Sungai Cimanuk yang ada di sini tidak bisa menampung airnya," imbuh dia.
 

Menlu Retno Marsudi di Jembatan Diplomasi (Foto: Kemenlu RI).

Rudi mengatakan banjir bandang kala itu menewaskan 53 jiwa, dengan lebih dari 1.300 rumah rusak. "Bahkan, Presiden Joko Widodo yang memerintahkan langsung pelaksanaan evakuasi dan rekonstruksi," katanya.
 
Akibat bencana itu, warga harus menempuh perjalanan kaki dua kilometer untuk bisa menyeberang ke desa tetangga. "Namun, dengan Jembatan Diplomasi ini, masyarakat jauh menghemat waktu untuk menyeberang," tukasnya.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang meresmikan jembatan ini mengatakan Jembatan Diplomasi dipakai untuk mempererat tali silaturahmi antara kedua desa.
 
"Kita hidup satu sama lain pasti tidak ada yang cocok, begitu pula dalam bernegara. Kita tidak mau masyarakat Indonesia dalam konflik, makanya harus dilakukan diplomasi, bernegosiasi," ucapnya.
 

Interaksi Menlu Retno Marsudi dengan warga Garut (Foto: Kemenlu RI).

"Hal ini menjadi alasan kenapa kita memberikan nama Jembatan Diplomasi. Tentu supaya bapak ibu ingat kalau terjadi perbedaan, maka selesaikan dengan musyawarah, dengan berdiplomasi, negosiasi, sehingga tidak ada konflik yang memecahkan kita. Saya senang tadi bicara dengan Pak Bupati, kalau warga di sini rukun dan damai," tukasnya.
 
Jembatan Diplomasi ini merupakan sumbangan dari ASEAN Charity Golf - Jakarta Ambassador Golf Association (JAGA) yang diketuai Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. Jembatan ini menghubungkan Desa Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul dan Desa Mangku Rakyat Kecamatan Cilawu.
 
Jembatan berkonstruksi baja sepanjang lebih kurang 50 meter. Jembatan sebenarnya telah selesai pada Januari lalu dengan proses pembangunan kembali dalam waktu tiga bulan.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id