Pertemuan CEAPAD Ketiga Perkuat Bantuan Kapasitas untuk Palestina

Fajar Nugraha 22 Juni 2018 17:44 WIB
palestina
Pertemuan CEAPAD Ketiga Perkuat Bantuan Kapasitas untuk Palestina
Direktur Kerja sama Teknis Kemenlu RI Muhammad Syarif Alatas (kiri) dengan Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir. (Foto:Medcom/Fajar Nugraha)
Jakarta: Mengukuhkan komitmen untuk memberikan bantuan kepada Palestina, Indonesia akan terlibat dalam perhelatan Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menghadiri pertemuan ketiga CEAPAD di Bangkok, Thailand pada 26-27 Juni 2018. 11 negara Asia Timur akan berkumpul dan membahas mengenai bantuan apa yang bisa diberikan untuk pembangunan Palestina.

Pertemuan ini akan dibuka oleh Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-ocha, sementara 11 negara dan organisasi yang hadir akan dihadiri oleh menteri luar negeri dan pejabat setingkatnya. Adapun negara yang hadir adalah Indonesia, Jepang, Palestina, Mesir, Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Korea Selatan dan Yordania. 


Selain itu lima perwakilan organisasi internasional, beberapa diantaranya adalah Islamic Development Bank (IDB), UNRWA (badan PBB mengurusi pengungsi Palestina), dan Bank Dunia juga dijadwalkan hadir.

“Pertemuan tingkat menteri CEAPAD ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas bantuan  kepada Palestina dari negara-negara Asia Timur, khususnya peningkatan program-program kapasitas,” ujar Direktur Kerja sama Teknis Kementerian Luar Negeri, Muhammad Syarif Alatas, di Jakarta, Jumat 22 Juni 2018.

Syarif menambahkan dalam pertemuan CEAPAD ini nantinya akan membahas mengenai program kerja selama tiga tahun , antara 2019-2021. Program kerja itu akan memuat program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan Palestina. Termasuk juga disesuaikan dengan kapasitas atau keunggulan dari negara peserta CEAPAD.

“Kehadiran menteri luar negeri dalam CEAPAD ini menegaskan kembali komitmen dan dukungan Pemerintah Indonesia dalam perjuangan dan pembangunan Palestina. Indonesia sangat aktif memberikan program-program pembangunan kapasitas dan Palestina merupakan prioritas utama dalam pemberian bantuan teknis dan peningkatan kapasitas,” ucapnya.

Tercatat, sejak 10 tahun terakhir antara 2008 hingga 2018, Indonesia sudah memberikan bantuan 169 program peningkatan kapasitas. Program ini melibatkan sekitar 1.859 peserta dari Palestina di berbagai bidang, mulai dari good governance, ekonomi, UKM, sektor keuangan serta agrikultur dan sebagainya.

Menurut Syarif, Palestina menjadi prioritas utama pemberian bantuan peningkatan kapasitas. Untuk 2018 saja ada beberapa pelatihan yang akan diberikan mulai dari pelatihan pengembangan sektor UMKM, pendidikan pilot muda profesional dan beberapa program lainnya. 

Sementara pada 2019 mendatang Pemerintah Indonesia juga telah merencanakan bantuan seperti pemberdayaan perempuan, kemudian pelatihan teknologi informasi dan telekomunikasi, instansi pemerintahan serta pendidikan termasuk pemberian bantuan beasiswa.

Melihat perkembangan terbaru yang terjadi di Palestina saat ini, bukan tidak mungkin akan dibahas pula dalam pertemuan CEAPAD meskipun tak menjadi sorotan utama. Paling tidak akan ada 11 isu yang akan menjadi pembahasan dari negara-negara anggota CEAPAD.

“Karena memang fokus pertemuan ini adalah negara-negara Asia Timur bisa membantu meningkatkan kapasitas dan pembangunan di Palestina. Utamanya adalah membantu persiapan Palestina saat mereka merdeka,” tutur Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir. 

Arrmnatha menambahkan Indonesia akan menyampaikan komitmen untuk mendukung pembangunan Palestina sesuai dengan pembangunan kapasitas yang diinginkan dan disepakati dalam pertemuan.



(WAH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id