Warga Hong Kong bentuk rantai manusia dalam sebuah aksi damai. Foto: AFP.
Warga Hong Kong bentuk rantai manusia dalam sebuah aksi damai. Foto: AFP.

Pedemo Hong Kong Bentuk Rantai Manusia di Seluruh Kota

Internasional hong kong
Fajar Nugraha • 24 Agustus 2019 07:07
Hong Kong: Protes masih berlanjut di Hong Kong. Pada Jumat 23 Agustus malam, pada pedemo membentuk rantai manusia di seluruh kota.
 
Baca juga: Demo Hong Kong Berlanjut, Mahasiswa Boikot Perkuliahan.
 
Ribuan pengunjuk rasa saling bergandengan tangan dengan mengambil inspirasi dari demonstrasi Jalan Baltik 30 tahun yang lalu. Mereka pun meneriakan slogan pro-demokrasi di saat membentuk rantai manusia itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pinggir kota bertabur gedung pencakar langit kota, serta beberapa distrik perbelanjaan yang sibuk, dipagari dengan demonstran melakukan aksi damai. Banyak pedemo menggunakan masker untuk menyembunyikan identitas mereka dan memegang bendera Hong Kong atau ponsel dengan lampu yang bersinar.
 
Pada 1989, diperkirakan dua juta orang membentuk rantai manusia yang membentang lebih dari 600 kilometer melintasi Estonia, Latvia, dan Lithuania dalam protes menentang pemerintahan Soviet yang kemudian dikenal sebagai Jalan Baltik atau Rantai Baltik.
 
Tiga dekade kemudian, pertunjukan solidaritas yang terus berjalan menginspirasi para aktivis di seluruh dunia.
 
"Hong Kong Way" dilakukan oleh para pengunjuk rasa yang didorong oleh media sosial. Kalangan muda dan tua meneriakkan "Bebaskan Hong Kong" serta protes yang menyerukan "Hong Kong, tambahkan minyak", sementara pembersih tangan disebarkan di sepanjang rantai di kota yang terkenal itu.
 
Rantai manusia adalah demonstrasi kreatif terbaru dalam protes yang sudah berjalan hampir tiga bulan. Aksi ini telah membuat Hong Kong jatuh ke dalam krisis politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
"Saya bergabung dengan Hong Kong Way karena damai," kata pengunjuk rasa Peter Cheung, 27. "Ini adalah peringatan 30 tahun Jalan Baltik. Saya harap akan ada peluang yang lebih besar untuk membuat keributan internasional,” ungkapnya, seperti dikutip AFP, Sabtu, 24 Agustus 2019.
 
"Kami telah mencoba pawai tradisional, kami telah mencoba tindakan yang lebih militan, meskipun saya tidak setuju dengan mereka, kali ini kami keluar bersama untuk bergandengan tangan dan menunjukkan bahwa kita semua masih bersatu," kata Wing.
 
"Dengan melakukan ini, kami menunjukkan kepada orang-orang di seluruh dunia Hong Kong berkualitas tinggi. Apa yang dilakukan orang 30 tahun lalu, juga bisa kami lakukan," pungkas Cat Law, seorang pekerja logistik berusia 60-an.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif