Abdul Ababora datang dari Ethiopia ke Selandia Baru pada 2010. (Foto: AFP/MARTY MELVILLE)
Abdul Ababora datang dari Ethiopia ke Selandia Baru pada 2010. (Foto: AFP/MARTY MELVILLE)

Korban Penembakan Selandia Baru Selamat Berkat Rak Alquran

Internasional Penembakan Selandia Baru
Willy Haryono • 17 Maret 2019 13:13
Christchurch: Saat peluru ditembakkan Brenton Tarrant ke arah para Muslim yang sedang menunaikan ibadah salat Jumat, sopir taksi bernama Abdul Ababora menjatuhkan diri ke lantai dan berlindung di balik rak buku yang digunakan untuk menyimpan kitab suci Alquran.
 
Keputusan cepat itu menyelamatkan nyawa Abdul, yang berhasil selamat dari penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat 15 Maret.
 
"Seperti sebuah keajaiban saya bisa selamat," kata Abdul kepada kantor berita AFP, Minggu 17 Maret 2019. "Saat saya bangun (dari lantai), di kiri dan kanan saya ada banyak jenazah," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti banyak Muslim lainnya yang menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Noor di Christchurch, Abdul datang ke Selandia Baru dari negaranya yang dilanda konflik. Dia berharap dapat hidup dengan tenang di Selandia Baru.
 
Pria 48 tahun itu mengaku datang ke Selandia Baru dari Ethiopia pada 2010. Abdul kemudian mendapatkan pekerjaan dan menjalani kehidupan dengan tenang di kota Canterbury.
 
Dua pekan lalu, Abdul dan istri merayakan hari ulang tahun anaknya yang kedua.
 
Lalu pada Jumat 15 Maret, Abdul kebetulan berada di Christchurch dan memutuskan salat Jumat di Masjid Al-Noor. Penembakan brutal terjadi di masjid tersebut dan juga Masjid Linwood.
 
Tarrant, pria 28 tahun asal Australia, menembakkan senjata semi-otomatis secara membabi-buta dan menewaskan 50 orang serta melukai puluhan lainnya. Dia sudah didakwa pasal pembunuhan dalam persidangan di gedung pengadilan distrik Christchurch pada Sabtu 16 Maret.
 
Salah satu korban tewas adalah seorang warga negara Indonesia bernama Lilik Abdul Hamid dikonfirmasi telah meninggal dunia. Kabar dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington.
 
Sabtu kemarin, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya sempat melakukan peninjauan ke lokasi Masjid Al-Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di taman Hagley Park yang ditujukan bagi bagi para korban serta keluarganya.
 
Sebelumnya, Dubes Tantowi dan tim konsuler KBRI Wellington juga telah menjenguk WNI korban penembakan bernama Zulfirman Syah di RS Christchurch Public Hospital. Zulfirman telah menjalani operasi dan saat ini masih terus mendapatkan perawatan medis dari pihak RS. Kondisi anak dari Bapak Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini sudah stabil.
 
Baca:PM Selandia Baru Terima 'Manifesto' Sesaat Sebelum Penembakan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif