Menlu Tegaskan Perang Indonesia Lawan Terorisme di DK PBB

Fajar Nugraha 18 Mei 2018 07:13 WIB
terorisme
Menlu Tegaskan Perang Indonesia Lawan Terorisme di DK PBB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di DK PBB. Dok: Humas Kemenlu.
New York: Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi berbicara dalam debat terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Isu terorisme dan penegakan hukum internasional menjadi perhatian.

Debat di Markas PBB mengambil tema “Upholding International Law Within the Context of the Maintenance of International Peace and Security”. Menlu menegaskan tentang perang Indonesia melawan terorisme.

 “Indonesia tidak akan memberikan ruang kepada kekerasan ekstremisme dan terorisme. Kami akan berhasil melawan mereka. Mari bersatu mengembangkan pendekatan komprehensif untuk melawan terorisme dan kekerasan ekstrem,” tegas Menlu dalam debat DK PBB di New York, Kamis, 17 Mei 2018, waktu setempat.


Sebelumnya, Menlu mengucapkan terima kasih kepada anggota PBB yang menyatakan simpati dan memberikan dukungan kepada Indonesia, usai serangan teroris di Surabaya dan Sidoarjo serta Mako Brimob di Depok.

Berbicara dalam debat DK PBB ini, satu hal yang digarisbawahi oleh Menlu Retno adalah pentingnya penegakan hukum internasional demi melindungi mereka yang lemah. Termasuk juga untuk mencegah pendekatan yang justru menyisakan penderitaan.

Peran DK PBB turut menjadi perhatian, karena warga di dunia adalah konstituen dari lembaga paling berpengaruh di PBB ini. “Seluruh warga dunia harus mendapatkan manfaat dari produk DK PBB,” imbuh Menlu Retno, yang dikutip dari akun Twitter resminya.

“Guna memenuhi mandatnya, DK PBB harus menegakkan hukum internasional dan memastikan implementasi dari setiap resolusi yang dikeluarkan,” sebutnya.

“Salah satu contoh adalah resolusi mengenai Palestina, yang belum diimplementasikan secara penuh,” tutur Menlu perempuan pertama Indonesia itu.

Lebih lanjut Menlu menegaskan bahwa DK PBB tidak boleh mengabaikan tanggungjawab untuk menjadai perdamaian dan keamanan.

“Semua pihak bisa memperkuat upaya menjaga perdamaian dan keamanan dunia dengan bertindak sesuai dengan hukum internasional, menjaga perdamaian dan keamanan di lingkungan sekitar serta memastikan sinergi antara perdamaian dan perkembangan,” pungkas Menlu Retno.

Turut sertanya Indonesia dalam debat ini menjadi salah satu kampanye dalam pencalonan anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020. Mengusung slogan ‘a True Partner for Peace’ Indonesia akan melakukan kampanye terakhir di PBB pekan ini, sebelum keputusan dikeluarkan sekitar Juni.

Selama di markas PBB, Menlu Retno juga mel akukan beberapa pertemuan Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi. Keduanya membahas situasi terakhir di Gaza dan Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita terkait kekerasan yang terjadi di Gaza telah menewaskan 63 orang dan 2.700 lainnya menderita luka-luka.




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id