Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, 4 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, 4 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Tiongkok Minta RI Tidak Berlebihan Sikapi Wabah Korona

Internasional virus korona indonesia-tiongkok
Marcheilla Ariesta • 04 Februari 2020 12:14
Jakarta: Indonesia menerapkan kebijakan untuk membatasi penerbangan dari dan menuju Tiongkok guna mencegah masuknya virus korona tipe Novel Coronavirus (nCoV). Tindakan Indonesia disayangkan Pemerintah Tiongkok.
 
"Menurut kami, dalam situasi ini kita harus tenang, tidak perlu bereaksi berlebihan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap investasi dan perdagangan," kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Selasa 4 Februari 2020.
 
Dubes Qian menambahkan, Tiongkok memberi perhatian khusus atas tindakan Indonesia. Baginya, mengambil tindakan seperti melarang penerbangan dari dan ke Tiongkok, serta pembatasan impor makanan dan minuman dari sana, hanya akan membawa dampak negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan itu akan merugikan kerja sama perdagangan kedua negara dan memberikan dampak negatif pada hubungan kedua negara yang dapat berakibat tidak baik," imbuhnya.
 
Ia menegaskan Indonesia adalah negara tetangga dan sahabat yang baik bagi Negeri Tirai Bambu. Dubes Qian berharap Indonesia bisa lebih bijak menyikapi wabah virus korona ini.
 
Mengenai dampak kebijakan Indonesia terkait korona, Dubes Qian menuturkan harus dihitung bertahap. Ini dikarenakan Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang dan investasi terbesar Indonesia.
 
Pemerintah Indonesia akan memberlakukan penundaan penerbangan dari dan ke seluruh destinasi di Tiongkok, tidak termasuk Hong Kong dan Makau. Penundaan penerbangan ini akan mulai berlaku Rabu besok, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.
 
"Penundaan sementara ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular, mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional," tegas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers pada Senin kemarin.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif