Ingin Lakukan Serangan, Tiga Warga Australia Ditangkap

Fajar Nugraha 20 November 2018 14:46 WIB
terorismeaustralia
Ingin Lakukan Serangan, Tiga Warga Australia Ditangkap
Ilustrasi oleh Medcom.id.
Melbourne: Tiga orang yang diduga merencanakan serangan teror mengerikan di Melbourne, Australia didakwa Selasa. Ketiga orang itu adalah warga negara Australia keturunan Turki.

Pendakwaan dilakukan kurang dari dua pekan setelah sebuah serangan yang dilakukan oleh militan Islamic State (ISIS) menyebabkan dua orang tewas di kota kedua terbesar di Australia.

“Ketiganya ditahan oleh polisi anti-teror dalam sebuah operasi semalam.  Mereka ditahan setelah diyakini meningkatkan persiapan untuk menyerang daerah-daerah ramai di Melbourne,” menurut keterangan polisi, seperti dikutip AFP, Selasa 20 November 2018.


“Tersangka yang berusia 31 dan 26 dan 21 tahun dituduh merencanakan aksi teroris. Tuduhan ini bisa membuat mereka dihadapkan pada hukuman maksimal penjara seumur hidup,” imbuh pejabat kepolisian.

Mereka yang ditangkap diidentifikasi oleh media lokal sebagai Ertunc dan Samed Eriklioglu, masing-masing berusia 31 dan 26 tahun, dan Hanifi Halis, 21. Kepala Polisi Victoria Komisaris Graham Ashton mengatakan mereka yang ditangkap ’terinspirasi oleh ISIS’. Tetapi tidak memiliki hubungan yang dikenal dengan organisasi tertentu.

“Mereka telah diselidiki sejak Maret tetapi menjadi ‘lebih berenergi’ sejak serangan penikaman yang terinspirasi ISIS di Melbourne pada 9 November,” kata Ashton.

Orang-orang itu berusaha membeli senapan kaliber 22 dan polisi khawatir mereka dapat menargetkan peristiwa musim Natal mendatang yang akan melihat kerumunan besar orang berkumpul di kota.

"Ada pandangan ke arah tempat yang ramai, tempat di mana orang-orang banyak akan hadir. Kami khawatir mereka akan membunuh orang sebanyak mungkin," Ashton mengatakan kepada wartawan.

Kelompok itu belum memilih target atau waktu khusus untuk serangan itu, dan Ashton menambahkan bahwa polisi yakin penangkapan Selasa telah "menetralisir setiap ancaman terhadap masyarakat dari kelompok ini".

Dalam serangan 9 November, seorang warga Australia kelahiran Somalia, Hassan Khalif Shire Ali, menikam dan menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya di sebuah pusat perbelanjaan sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi. Secara kebetulan, korban serangan itu, Sisto Malaspina, 74, mendapat kehormatan dimakamkan secara kenegaraan di Melbourne pada Selasa.

Ratusan orang Melbourne dan orang-orang terkemuka menghadiri kebaktian di Katedral St Patrick di Melbourne untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Malaspina. Pria 74 tahun itu dikenal sebagai pemilik  dari kafe lokal Italia dan tokoh terkenal di lingkungan restoran kota Melbourne.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id