Anwar Sempat Dua Kali Ditelepon Najib Razak
Anwar Ibrahim. (Foto: AFP)
Kuala Lumpur: Anwar Ibrahim, pejuang reformasi Malaysia sekaligus pemimpin Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang baru saja bebas dari tahanan, mengaku dua kali menerima telepon dari mantan Perdana Menteri Najib Razak. Ketika itu, Najib baru kalah dalam pemilu, 9 Mei 2018.

"Malam sebelum pemilu, sebagai seorang teman saya menyarankan dia untuk menyerah dan pindah," kata Anwar seperti dikutip dari Strait Times, Jumat 18 Mei 2018.

Ketika penghitungan cepat menunjukkan Mahathir Mohamad yang keluar sebagai pemenang, Najib menghilang. Ia tak segera menggelar konferensi pers. Begitupun Barisan Nasional dan partainya, UMNO.


"Ia menghindar. Ia menolak mengakui lebih awal," lanjut Anwar.

Usai pengumuman resmi bahwa Mahathir dan Pakatan Harapan yang menang, Najib kembali menelepon Anwar. Di situ, Anwar menangkap kehancuran dalam diri Najib.

"Ia benar-benar hancur di panggilan telepon kedua dengan saya. 

Menyangkut kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Anwar  mengatakan dia tidak ingin ada orang lain dihukum tanpa menjalani proses hukum. Anwar bersikeras tentang masalah ini meskipun dia yakin ada cukup bukti untuk mengadili Najib. 

"Meskipun saya percaya ada cukup alasan untuk mengadili Datuk Seri Najib, tetapi dapatkah saya memiliki cara untuk mengadili dia? Tidak. Dia harus melalui proses, mendapatkan kasus prima facie yang bagus sebelum tuduhan," tegas Anwar.

Anwar yang dibui sejak Februari 2015 silam akhirnya bebas pada 16 Mei kemarin karena diampuni Raja Malaysia. Ia dipenjara atas tuduhan melakukan sodomi terhadap mantan asisten pribadinya.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360