Wakil Indonesia untuk Komisi HAM ASEAN Yuyun Wahyuningrum. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Wakil Indonesia untuk Komisi HAM ASEAN Yuyun Wahyuningrum. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Negara Anggota Beda Visi, ASEAN Dipandang Lamban

Internasional asean
Sonya Michaella • 28 Oktober 2019 19:23
Jakarta: Banyak pihak menilai bahwa ASEAN adalah organisasi yang tidak memiliki manfaat yang signifikan. Bahkan, resolusi-resolusi yang dibuat seakan tak berguna.
 
ASEAN juga dianggap tidak bisa menyelesaikan permasalahan pengungsi Rohingya yang terus bergulir hingga saat ini. Terlepas dari itu, ASEAN juga kerap dipuji karena komitmennya menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
 
“Bukan berarti ASEAN tidak bekerja. Tetapi situasinya yang ada itu sangat sulit di mana ada 10 kepala di dalamnya,” kata Wakil Indonesia untuk Komisi HAM ASEAN Yuyun Wahyuningrum, di Jakarta, Senin 28 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adanya 10 negara anggota yang berbeda visi dan misi ini, ujar Yuyun, tentu memperlambat kinerja ASEAN untuk maju. Terlebih ada beberapa negara yang tidak peduli dengan HAM merujuk ke situasi nasional negara itu sendiri.
 
“Kalau dipaksakan, jelas itu akan memecah ASEAN itu sendiri. Maka dari itu, duduk bersama dan membicarakan satu isu menjadi fokus dari ASEAN,” tutur dia.
 
Hal yang sama terjadi di tubuh AICHR, komisi HAM yang ada di dalam ASEAN. Yuyun mengatakan, AICHR tidak memiliki mandat lebih dari observasi.
 
“AICHR itu hanya bertugas untuk konsultasi, konsensus dan observasi. Kami juga tidak bisa mengintervensi sebuah negara yang memiliki masalah HAM,” ungkapnya.
 
Menurut data, ada enam negara anggota ASEAN yang hingga kini masih terbelenggu dengan masalah HAM, antara lain Indonesia, Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan Filipina.
 
Isu-isu yang bermasalah tak jauh dari kebebasan berpendapat (Myanmar), kebebasan pers (Vietnam, Kamboja), pembunuhan tanpa landasan hukum (Filipina), kasus Rohingya (Myanmar), serta orientasi seksual dan masalah gender (Indonesia).
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif