Presiden Joko Widodo (kiri) menyambut kedatangan Sekjen PBB Antonio Guterres. ANT/Akbar Nugroho Gumay.
Presiden Joko Widodo (kiri) menyambut kedatangan Sekjen PBB Antonio Guterres. ANT/Akbar Nugroho Gumay.

Jokowi Puji Perdamaian Kawasan di KTT ASEAN

Internasional presiden jokowi
Akmal Fauzi • 03 November 2019 20:40
Bangkok: Selama hampir tiga dekade, kemitraan ASEAN-RRT telah menjadi lokomotif perdamaian dan stabilitas di kawasan. ASEAN-RRT memiliki komitmen yang sama memastikan stabilitas dan perdamaian sebagai kunci kesejahteraan.
 
Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-22 ASEAN-RRT di Impact Exhibition & Convention Center, Bangkok, Thailand, Minggu, 3 November 2019.
 
“Pada bulan Juni lalu, ASEAN telah mengesahkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Outlook ini mendorong seluruh negara di Kawasan untuk mengedepankan kolaborasi dan menanggalkan rivalitas,” kata Jokowi di Bangkok, Minggu, 3 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden menyoroti kerja sama Indo-Pasifik. Ia berharap stabilitas tak hanya dinikmati kawasan Asia Pasifik.
 
"Tapi juga lebih luas di Kawasan Indo-Pasifik,” ujar Jokowi.
 
Presiden menegaskan ASEAN terbuka bekerja sama dengan RRT dalam kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Fokus kerja sama di sektor konektivitas dan infrastruktur.
 
“Kolaborasi membangun konektivitas dan infrastruktur adalah kebutuhan yang mendesak antara ASEAN dan RRT,” jelasnya.
 
Presiden menyebut sinergi Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 dan Belt and Road Initiative (BRI) menjadi sebuah keniscayaan.
 
“Pengembangan konektivitas dan infrastruktur sangat penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam pengembangan pusat pertumbuhan baru di Kawasan Indo-Pasifik,” kata Jokowi.
 
Indonesia pun berencana menggelar Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020. Jokowi mengundang perwakilan RRT menghadiri forum itu.
 
“Kami mengundang RRT baik Pemerintah maupun sektor swasta, untuk dapat hadir pada Forum tersebut,” ujarnya.
 
Jokowi juga menekankan pentingnya mempertebal kepercayaan strategis di kawasan. Kepercayaan strategis itu menjadi kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, termasuk Laut China Selatan.
 
“Trust akan terwujud jika kita berkomitmen untuk mengutakan dialog dan penyelesaian sengketa secara damai dan menghormati serta mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,” ucap Presiden Jokowi.
 
Presiden menjelaskan Indoensia telah menyelesaikan putaran pertama perundingan Code of Conduct di Laut China Selatan. Presiden Jokowi berharap kemajuan dalam perundingan tersebut dapat selaras dengan situasi di lapangan. Ia berharap seluruh pihak menjaga perdamaian di wilayah itu.
 
“Dengan cara ini strategic trust antara ASEAN dan RRT dapat terjaga. Jika ini dilakukan, kemitraan ASEAN-RRT dalam 3 dekade ke depan akan menjadi pilar penting bagi stabilitas, perdamaian dan kemakmuran di Kawasan Indo-Pasifik,” kata Jokowi.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif