Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam konferensi pers pada 10 Juni 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam konferensi pers pada 10 Juni 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Pemimpin Hong Kong Tegaskan RUU Ekstradisi Tak Akan Dihapus

Internasional hong kong tiongkok
Willy Haryono • 10 Juni 2019 12:28
Hong Kong: Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menegaskan dirinya tidak berencana menghapus Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial terkait ekstradisi. Pernyataan disampaikan satu hari usai ratusan ribu, hingga satu juta orang, menentang RUU tersebut.
 
Jika RUU ini disahkan, maka tersangka kasus kriminal di Hong Kong berpotensi diekstradisi dan diadili di Tiongkok.
 
"Ini merupakan RUU penting, yang akan membantu menegakkan keadilan dan juga memastikan Hong Kong dapat tetap memenuhi tanggung jawab internasional dalam hal kejahatan transnasional," kata Carrie Lam kepada awak media, dilansir dari laman AFP, Senin 10 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


RUU ekstradisi memicu aksi protes di Hong Kong, dan bahkan di beberapa negara lain. Aksi protes menentang RUU ekstradisi Tiongkok dikabarkan berlangsung di Kanada dan juga Australia.
 
Meski unjuk rasa berlangsung dalam skala masif, Lam menegaskan dirinya tidak akan mengubah atau menarik RUU ekstradisi tersebut. "RUU itu akan berlanjut ke sesi pembahasan kedua pada 12 Juni," tegas Lam.
 
Lam membantah dirinya mengabaikan suara protes masyarakat. Ia menegaskan pemerintahannya telah membuat semacam konsesi untuk memastikan kebebasan unik Hong Kong tetap terlindungi.
 
"Saya dan tim tidak mengabaikan pandangan apapun terkait RUU ini. Kami mendengarkan, sangat mendengarkan," ungkap Lam.
 
Sementara itu, Tiongkok menuduh ada pihak asing yang menghasut Hong Kong, sehingga unjuk rasa menolak rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi pun terjadi. Saat ini dilaporkan sekitar satu juta orang telah turun ke jalan untuk berdemo menentang RUU tersebut.
 
Media Tiongkok, China Daily, menyebut seharusnya warga Hong Kong mendukung rencana tersebut. RUU itu dinilai akan memperkuat aturan hukum di Hong Kong serta memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat.
 
Baca:Tiongkok Tuduh Pihak Asing Hasut Warga Hong Kong
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif