Perebutan Batas Maritim, Malaysia Kirim Protes ke Singapura
Perbatasan Malaysia-Singapura di Johor Bahru. (Foto: CNBC).
Singapura: Pemerintah Malaysia mengatakan telah mengirim dua nota protes ke Singapura. Protes ini terkait masalah batas wilayah udara dan batas maritim yang dihadapi dua negara.

"Tindakan sepihak Pemerintah Singapura melanggar kedaulatan Malaysia. Ini merupakan gangguan terhadap wilayah udara teritorial Malaysia," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan pers dilansir dari Channel News Asia, Kamis 6 Desember 2018.

Menurut mereka, tindakan Singapura melanggar batas wilayahnya. "Ini bertentangan dengan prinsip bahwa setiap negara memiliki kedaulatan lengkap dan eksklusif atas wilayah udara di atas wilayahnya," imbuh mereka.


Karena hal tersebut, Kemenlu Malaysia menegaskan kembali untuk menarik publikasi Instrument Landing System (ILS) dan Prosedur Pendekatan ILS untuk Bandara Seletar.

Baca: Singapura-Malaysia Perebutkan Batas Maritim

Sementara itu, protes kedua berkaitan dengan batasan batas maritim antara kedua negara tersebut. Batas ini termasuk Batas Pelabuhan Johore Baru.

"Pemerintah Malaysia secara tegas menolak tuduhan Pemerintah Singapura, yang menyebutkan langkah memperpanjang batas Pelabuhan Johor Bahru telah mengakibatkan perambahan batas pelabuhan di perairan teritorial Singapura dan melanggar kedaulatan Singapura," tegas mereka.

Negeri Jiran mengklaim batas Pelabuhan Johore Baru berada di dalam laut teritorial Malaysia. "Lebih lanjut, itu adalah hak Pemerintah Malaysia untuk menarik batas pelabuhan di laut terirorialnya sesuai dengan hukum nasional Malaysia sendiri," ungkap mereka.

Kemenlu Malaysia menambahkan hak mereka untuk menyebarkan penegakan di dalam laut teritorialnya. Menurut mereka, praktik tersebut sepenuhnya konsisten dengan hukum internasional.

Baca: Malaysia: Kami Tak Langgar Batas Maritim Singapura

Pemerintah Singapura menyatakan akan memperluas batas perairan hingga wilayah Tuas. Pernyataan ini dikeluarkan setelah Malaysia hendak memperluas pelabuhan hingga mendekati wilayah laut Singapura.

Selain itu, Malaysia juga berencana mengambil alih kendali ruang udara di Johor, yang selama ini dikelola oleh Singapura. Negeri Singa telah meminta Kuala Lumpur untuk menahan diri dari provokasi tersebut dan adanya pelanggaran hukum jika tetap dilanjutkan.

Kementerian Transportasi juga mengaku siap untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai sesuai dengan hukum internasional.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id