Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Tiongkok Tangkap Agen WNI Pengantin Pesanan

Internasional perdagangan manusia indonesia-tiongkok perlindungan wni
Marcheilla Ariesta • 10 Oktober 2019 18:05
Jakarta: Wakil Duta Besar RI untuk Tiongkok, Listyowati, mengungkapkan otoritas Tiongkok telah menahan sejumlah pihak yang terlibat dalam bisnis perjodohan berujung pengantin pesanan. Banyak korban bisnis ini warga negara Indonesia (WNI).
 
Tren kasus pengantin pesanan, lanjutnya, mengalami peningkatan karena dipandang sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Pasalnya, satu agen perjodohan dapat meraup untung sekitar Rp300-400 juta.
 
"Dengan angka sebesar itu, bisa dibayangkan mengapa mereka mencoba merekrut sebanyak mungkin orang tanpa memedulikan hasil akhirnya," ungkap Listyowati di Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menghentikan tren yang berkembang ini, Listyowati menjelaskan KBRI Beijing mengedepankan aspek pencegahan untuk memutus mata rantai dan melakukan langkah-langkah penangkalan dari hulu hingga hilir.
 
Sejauh ini pada 2019, sebanyak 42 WNI yang terjerat kasuspengantin pesanandi Tiongkok. Dari jumlah itu, 36 di antaranya sudah berhasil dipulangkan ke Indonesia.
 
"Sisanya tidak menetap di shelter KBRI, mereka masih di kediaman masing-masing tetapi sudah menghubungi kami untuk meminta bantuan. Pengaduan mereka sudah kami tanggapi," jelas Listyowati.
 
Dia menjelaskan bahwa KBRI Beijing menempuh berbagai langkah teknis, sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang mematuhi hukum di Tiongkok.
 
Menurut Listyowati, salah satu hambatan yang dihadapi dalam menyelesaikan kasus pengantin pesanan merupakan perbedaan cara pandangan antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok.
 
"Perspektifnya berbeda, menurut Tiongkok, ini masalah rumah tangga biasa yaitu pernikahan antara dua orang yang beda kewarganegaraan. Sedangkan bagi kami hal ini terindikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)," tutur dia.
 
Maka itu, jelasnya, KBRI Beijing selalu berupaya mendekati pemerintah Tiongkok untuk menekankan persepsi dan pandangan Indonesia.
 
Kasus pengantin pesanan mendapat perhatian khusus dari Indonesia. Pasalnya, praktik ini sudah lama terjadi, dan memakan banyak korban WNI.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif