Seorang warga Tiongkok di sebuah fasilitas bertahan dengan masker yang dikenakannya. Foto: AFP
Seorang warga Tiongkok di sebuah fasilitas bertahan dengan masker yang dikenakannya. Foto: AFP

Tiongkok Amat Membutuhkan Masker Pelindung

Internasional virus korona tiongkok
Fajar Nugraha • 03 Februari 2020 18:47
Beijing: Pemerintah Tiongkok mengatakan mereka sangat membutuhkan peralatan medis masker pelindung, di saat jumlah korban tewas akibat virus korona terus bertambah. Korban tewas saat ini mencapai 362 jiwa dan mejangkiti 17.370 orang.
 
Jumlah korban tewas akibat virus korona ini bahkan melewati korban krisis SARS 2002. Ketakutan akan virus tersebut telah memicu orang di negara berpenduduk padat menghabiskan persediaan masker bedah sekali pakai. Sementara personel medis garis depan di pusat wabah di Wuhan melaporkan kekurangan peralatan.
 
"Apa yang sangat dibutuhkan Tiongkok saat ini adalah masker medis, baju pelindung, dan kacamata keselamatan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying, seperti dikutip AFP, Senin, 3 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kapasitas penuh, pabrik-pabrik Tiongkok hanya mampu memproduksi sekitar 20 juta masker per hari, menurut kementerian industri.
 
Kementerian luar negeri mengatakan negara-negara termasuk Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan dan Hongaria telah menyumbangkan pasokan medis. Indonesia juga sudah mengerahkan sekitar 10 ribu masker sebagai bantuan.
 
Tian Yulong dari kementerian industri mengatakan Senin sebelumnya bahwa pihak berwenang mengambil langkah-langkah untuk membawa masker dari Eropa, Jepang dan AS. Sementara menurutnya, pasokan dan permintaan di Tiongkok tetap dalam ‘keseimbangan ketat’ karena pabrik-pabrik kembali ke produksi setelah jeda Tahun Baru Imlek.
 
Dia mengatakan mereka sekarang beroperasi pada "kapasitas antara 60 dan 70 persen".
 
Selain Hubei, provinsi lebih dari 50 juta orang di pusat wabah, beberapa provinsi dan kota-kota lain di seluruh Tiongkok telah mewajibkan untuk mengenakan topeng di depan umum ketika ketakutan virus telah tumbuh.
 
Ini termasuk Guangdong -provinsi terpadat di Tiongkok- ditambah Sichuan, Jiangxi, Liaoning dan kota Nanjing, dengan populasi gabungan lebih dari 300 juta.
 
Korban tewas dari virus korona melebihi 349 kematian akibat wabah SARS pada 2002-03. Meskipun persentase membunuh SARS lebih tinggi dari orang yang terinfeksi.
 



 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif