Pasangan suami istri pembunuh Nur Aisyah Aleya di Malaysia. (Foto: The Star).
Pasangan suami istri pembunuh Nur Aisyah Aleya di Malaysia. (Foto: The Star).

Cinta Segitiga Mengorbankan Seorang Balita di Malaysia

Internasional pembunuhan
Fajar Nugraha • 08 Maret 2019 13:58
Langkawi: Seorang bocah berusia tiga tahun ditemukan jenazahnya di hutan, setelah dinyatakan hilang sejak akhir Februari lalu di Langkawi, Malaysia. Kematian bocah tersebut terkait dengan cinta segitiga.
 
Nur Aisyah Aleya merupakan anak dari seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia. Ibu dari Nur, ternyata berselingkuh dengan seorang pria beristri dan belum mempunyai anak.
 
Keadaan menjadi runyam ketika pria itu membawa Nur dan ibunya untuk tinggal bersamanya. Ibu dari Nur tinggal di rumah pria itu dengan dalih sebagai asisten rumah tangga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria itu merahasiakan perselingkuhannya dari istrinya - seorang perawat rumah sakit pemerintah. Pejabat polisi Mohd Iqbal Ibrahim mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa ibu dari Nur, telah mengenal pria itu hanya sekitar satu bulan ketika ia mengunjungi restoran tempat ia bekerja di Penang.
 
Dia mengatakan pasangan itu berhasil merahasiakan perselingkuhan mereka selama dua bulan hingga akhir Januari ketika istrinya mengetahui bahwa suaminya memiliki hubungan intim dengan ibu tunggal. Pertengkaran sengit terjadi dan ibu itu diusir dari rumah dan akhirnya tinggal di restoran di Padang Matsirat di mana dia menemukan pekerjaan.
 
Namun Mohd Iqbal mengatakan bahwa Nur Aisyah Aleya tidak diusir dan terus tinggal bersama pasangan yang sudah menikah, yang tidak memiliki anak.
 
“Pada akhir Februari, ibu dari Nur pergi ke rumah pasangan suami istri itu dan mendapati putrinya tidak lagi bersama mereka,” ujar Iqbal, seperti dikutip The Star, Jumat, 8 Maret 2019.
 
"Mereka mengatakan kepadanya bahwa Nur Aisyah Aleya diberikan kepada orang lain untuk dirawat," katanya kepada wartawan kemarin. Sang ibu pun mengajukan laporan kehilangan anak pada 3 Maret.
 
"Ketika kami pergi untuk menyelidiki, kami menemukan bahwa pasangan yang sudah menikah telah meninggalkan Langkawi dan kami dengan cepat membuat Nur Alert," kata Supt Mohd Iqbal.
 
Nur Alert adalah buletin nasional Malaysia ketika seorang anak hilang. Poster-poster anak yang hilang tersebar di media sosial dan ditempatkan di semua lembaga pemerintah dan bahkan bank.
 
Polisi melacak pasangan itu dan pada Selasa 5 Maret menemukan mereka di sebuah penginapan di Ampang, Kuala Lumpur. Setelah menanyai mereka, lelaki itu memimpin para penyelidik kembali ke Langkawi dan mereka menemukan jasad gadis itu di jurang di Gunung Raya.
 
“Tubuhnya dimasukkan ke dalam koper dan dibuang ke jurang. Kami percaya dia meninggal pada pertengahan Februari dan pada saat kami menemukannya, yang tersisa hanyalah tengkorak dan potongan rambutnya,” tutur Mohd iqbal.
 
"Para tersangka mengklaim gadis itu mengalami kejang di rumah mereka ketika mereka bertengkar," jelas Mohd Iqbal.
 
Pria itu dan istrinya ditahan selama tujuh hari kemarin di pengadilan. Kasus ini sedang diselidiki atas kasus pembunuhan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif