Menlu Retno Marsudi dan PM Yordania Abdullah Ensour (Foto: Fajar Nugraha/MtVN)
Menlu Retno Marsudi dan PM Yordania Abdullah Ensour (Foto: Fajar Nugraha/MtVN)

PM Yordania Sebut Menlu Retno sebagai Inspirasi Negaranya

Fajar Nugraha • 14 Maret 2016 08:30
medcom.id, Amman: Di sela-sela pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan kehormatan ke Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour.
 
Menlu Retno menyebutkan bahwa kunjungan kehormatan ini lebih dari sekedar kunjungan kehormatan. Karena dia melakukan pertemuan bilateral yang pada titik dapat dikatakan sangat baik.
 
"Kita tidak punya open issue dengan Pemerintah Yordania. Kita ingin hubungan politik yang baik bisa dikonversikan dalam hubungan ekonomi yang baik," ujar Menlu Retno Marsudi, kepada Metrotvnews.com, Minggu (14/3/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pembicaraan antara kedua pejabat ini, dibahas pula mengenai dialog antara agama. Indonesia dan Yordania adalah sama-sama di mana penduduk Muslim yang mayoritas.
 
"Lebih 90 persen penduduk Yordania Muslim dan Indonesia penduduknya adalah Muslim terbesar di dunia. Kita ingin melakukan kerja sama di dalam kerja sama mengembangkan nilai toleransi, moderasi, Islam sebagai Rahmatan lil a alamin. Sekaligus mengembangkan demokrasi, demokrasi dan Islam terbukti dapat berjalan seiring. Indonesia menjadi contoh," lanjut.
 
Selain itu PM Ensour juga menyampaikan apresiasi perkembangan di Indonesia sangat positif.
 
"Seorang menteri luar negeri, perempuan dari sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Ini memiliki pesan yang sangat kuat dan ini juga menginspirasi Yordania, demi kemajuan wanita-wanita Yordania," tutur Menlu.
 
Menlu menambahkan Pemerintah Yordania juga menghargai perempuan dan peran perempuan dalam pembangunan di negara itu.
 
Sementara ketika melakukan pertemuan bilateral Menlu Yordania Nasser Judeh, kedua menlu sepakati menandatangani dua nota kesepahaman atai MoU. Dua MoU yaitu mengenai bebas visa untuk paspor diplomatik dan servis. Serta MoU mengenai kerja sama pendidikan diplomatik.
 
Pada pertemuan tersebut, Menlu Retno dan Menlu Judeh juga membahas lebih dalam hasil pertemuan KTT LB ke-5 OKI di Jakarta yang baru saja dilaksanakan. Dalam kesempatan pertemuan Menlu juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan kerja sama Yordania dalam upaya mendorong pengakuan kemerdekaan Palestina.
 
Selama ini Yordania merupakan salah satu sumber utama mineral Indonesia, terutama fosfat yang digunakan untuk membuat pupuk. Dalam upaya mencari peluang baru dan tingkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia juga berencana menunjuk Konsul Kehormatan di Al-Aqaba, Yordania.
?
Selain itu, untuk identifikasi peluang kerja sama baru di berbagai bidang kedua Menlu sependapat perlunya untuk perkuat mekanisme Joint Commission Meeting (JCM) Indonesia-Yordania. JCM ini untuk tidak saja bahas kerja sama ekonomi dan perdagangan, namun juga isu-isu lainnya seperti pendidikan, pariwisata, kesehatan.
 
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif