Korsel dan Korut Kemungkinan Umumkan Akhiri Konflik Militer
Pasukan Korea Selatan menjaga Zona Demiliterisasi (DMZ) (Foto: AFP).
Seoul: Jelang pertemuan tingkat tinggi Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) muncul satu isu yang menarik perhatian.
 
Seorang pejabat Korsel menyebutkan bahwa kedua negara kemungkinan akan mengumumkan rencana diakhirinya konflik militer antara kedua negara. Setelah Perang Korea usai pada 1953, Korsel dan Korut masih berstatus gencatan senjata.
 
"Pada pertemuan pekan depan antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, kemungkinan besar akan mengeluarkan pernyataan bersama mengenai pengurangan ketegangan militer dan mengakhiri konfrontasi," ujar laporan pejabat Korsel tersebut, dari Muhwa Ilbo, seperti dikutip Time, Selasa 17 April 2018.
 
Hingga saat ini tidak ada kesepakatan damai telah ditandatangani untuk menggani perjanjian gencatan senjata 1953 lalu.
 
Pertemuan puncak yang sukses antara Moon dan Kim bisa membuka jalan bagi pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Kim Jong-un. Apabila terjadi, pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya antara Presiden AS dengan pemimpin Korut.
 
Semenanjung Korea masih tetap terpisah dan pembicaraan damai lama terhenti. Ketegangan antara kedua negara masih sering terjadi, kedua belah pihak hingga saat ini masih mampu menghindar dari konflik yang lebih besar.
 
Salah satu cara untuk memecahkan konflik ini adalah mengaktifkan kembali Zona Demiliterisasi kepada fungsi awal. Ratusan ribu pasukan dari kedua negara saat ini masih menjaga wilayah itu.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id