Media Internasional Ramai Beritakan Teror Bom di Surabaya
Ledakan bom di Surabaya. (Foto: AFP).
Jakarta: Sejumlah media internasional ramai memberitakan teror bom di Surabaya.

Laman AFP, Senin 14 Mei 2018, memberitakan mengenai teror bom di depan Mapolrestabes Surabaya yang dilakukan empat orang yang mengendarai dua sepeda motor. Ledakan kali ini yang kelima kalinya sejak serangkaian serangan mengguncang Jawa Timur sejak Minggu.

"Dua sepeda motor dengan seorang wanita duduk di belakang," ucap saksi mata yang ditanya AFP.


Sementara itu, radio BBC melaporkan beberapa anggota kepolisian terluka akibat serangan bom yang terjadi pukul 8.50 waktu setempat.

"Kejadian ini terjadi sehari setelah serangan bom di beberapa gereja di kota tersebut yang menewaskan 13 orang," lapor BBC.

Sedangkan The Guardian melaporkan bahwa bom tersebut meledak di pos keamanan depan Mapolrestabes Surabaya.

Laman CNN memberitakan Paus Fransiskus menyampaikan duka cita mendalam untuk para korban. Mereka juga melaporkan, pelaku pengeboman di tiga gereja Surabaya masih satu keluarga.

"Kepala Kepolisian RI Tito Karnavian mengatakan pelaku serangan merupakan satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu dan empat anak mereka yang berusia mulai dari 9 hingga 18 tahun," tulis CNN dalam beritanya.

Serangan bom bunuh diri terjadi di beberapa wilayah di Surabaya. Dimulai dari ledakan di tiga gereja pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. Sementara itu, ledakan kembali terjadi di sebuah rumah susun di Sidoarjo pada malam harinya.

Pagi ini, tepatnya pukul 8.50 bom meledak di Mapolrestabes Surabaya. Akibat insiden ini, 10 orang terluka, empat di antaranya polisi.

Total korban tewas akibat serangan bom di Surabaya mencapai 17 jiwa. Hingga kini, penjagaan ketat terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di ibu kota Jakarta.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id