Ilustrasi (Foto:Medcom.id/M Rizal)
Ilustrasi (Foto:Medcom.id/M Rizal)

Pemerintah RI akan Tanggung Biaya Evakuasi WNI

Internasional indonesia-tiongkok perlindungan wni
Marcheilla Ariesta • 27 Januari 2020 18:44
Jakarta: Pemerintah Indonesia akan bertanggung jawab atas biaya untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila memang terjadi proses pemulangan tersebut. Meski demikian, ada persyaratan yang dikeluarkan.
 
"Tanggung jawab negara, kewajiban negara adalah melakuakn perlindungan kepada warganya, termasuk menghimpun ke daerah aman, atas biaya negara," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, di Jakarta, Senin 27 Januari 2020.
 
Judha mengatakan biaya yang ditanggung hanya untuk mengeluarkan WNI dari wilayah rawan atau berbahaya ke daerah yang aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah aman, kita tidak ada kewajiban mengembalikan. Itu (kembali) menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing," katanya.
 
Judha menambahkan, evakuasi atau perlindungan WNI tidak membedakan status mereka, baik itu warga sipil biasa, atau pejabat negara. Menurutnya, semua WNI akan diberikan perlindungan oleh pemerintah.
 
"Jadi, selama dia adalah WNI, maka tanggung jawab negara adalah memberikan perlindungan semaksimal mungkin," ungkapnya.
 
Ini juga akan berlaku apabila proses evakuasi dilakukan terhadap WNI di Wuhan. Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan Pemerintah Indonesia melakukan komunikasi dengan Tiongkok untuk melihat sejauh mana ruang terbuka bagi evakuasi.
 
"Yang bisa kami lakukan adalah persiapan-persiapan teknis. Jadi manakala terbuka kesempatan untuk evakuasi, dan kondisi lapangan sudah memungkinkan, evakuasi dalam berbagai versi, seperti dipindahkan ke wilayah yang tidak terpapar, atau kembali ke Indonesia, bisa dilakukan," tutur Faizasyah.
 
Meski demikian, imbuhnya, semua tergantung pada konfirmasi dari pihak Tiongkok jika evakuasi bisa dilakukan. Namun, untuk saat ini pemerintah akan terus memastikan kondisi WNI di WUhan tetap mendapat atensi besar.
 
Faizasyah mengatakan masyarakat harus membantu untuk mengangkat moral para WNI agar tetap berpikir positif. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menuturkan, salah satu cara agar WNI tidak terjangkit virus korona (nCoV) adalah dengan menjaga ketahanan fisik, dan psikologis.
 
"Karena kita juga belum bisa memastikan berapa lama kondisi ini akan terjadi. Dan dari sisi pemerintah, adalah memastikan adanya supply logistik bagi mereka," ungkap Achmad.
 
Jumlah WNI yang tinggal di daerah karantina sebanyak 243 orang. Mayoritas dari mereka adalah mahasiswa, yang tersebar di Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi dan Shiyan.
 
Pemerintah Tiongkok mengeluarkan data terbaru seputar virus korona, yakni 80 korban tewas dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 2.744 per hari ini, Senin 27 Januari 2020. Tambahan 24 korban tewas berasal dari Hubei, provinsi yang menjadi episenter penyebaran virus korona tipe nCoV.
 
Meski tidak ada kematian baru di luar Hubei, angka infeksi terverifikasi virus korona di seantero Tiongkok mencapai 769 kasus. Sekitar separuh dari total kasus itu berasal dari Hubei.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif