Australia menyelidiki rencana Tiongkok untuk menyusup ke parlemen federal. Foto: AFP
Australia menyelidiki rencana Tiongkok untuk menyusup ke parlemen federal. Foto: AFP

Australia Selidiki Plot Dugaan Tiongkok Susupi Parlemen

Internasional australia tiongkok
Medcom • 25 November 2019 11:54
Sydney: Australia menyelidiki rencana Tiongkok untuk menyusup ke parlemen federal. Rencana ini melibatkan pengusaha Tiongkok-Australia yang melakukan operasi politik.
 
Jaringan 9 News dalam tayangan 60 Minutes, menyiarkan tuduhan pada Minggu malam yang menduga para operator Tiongkok menawari Bo ‘Nick’ Zhao senilai Rp9,5 Miliar atau setara USD679.000 untuk dicalonkan sebagai kandidat di kursi federal di Melbourne.
 
Pengusaha mobil mewah berusia 32 tahun itu melaporkan pendekatan itu untuk memata-matai Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) tahun lalu, sebelum ia ditemukan tewas di kamar motel pada Maret.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah pernyataan publik, Kepala ASIO Mike Burgess mengatakan agensi itu mengetahui permasalahan ini. Mereka juga tengah menyelidiki mereka secara seksama.
 
“Saya tidak akan berkomentar lebih lanjut yang mengganggap kematian Zhao memiliki keterkaitan dengan masalah spionase ini,” ungkap Burgess.
 
"Kegiatan intelijen asing yang bermusuhan terus menimbulkan ancaman nyata bagi negara kita dan keamanannya. Polisi tidak dapat menentukan bagaimana Zhao meninggal,” jelas dia.
 
Ketua komite intelijen parlemen Andrew Hastie menggambarkan insiden di Melbourne sebagai ‘surealis’ dan ‘seperti cerita fiksi mata-mata atau detektif’.
 
"Ini bukan hanya uang tunai dalam kantong, diberikan untuk bantuan. Ini adalah upaya yang disubsidi negara untuk menyusup ke parlemen kami dengan menggunakan warga negara Australia. Mereka berperan sebagai agen pengaruh asing dalam sistem demokrasi kami," lapor Hestie kepada 60 Minutes, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 25 November 2019.
 
"Jadi ini benar-benar penting dan orang Australia harus sangat, sangat peduli tentang ini," tegas dia.
 
Klaim itu muncul hanya beberapa hari setelah mata-mata Tiongkok dilaporkan memberi ASIO terkait identitas perwira senior intelijen militer Tiongkok di Hong Kong. Dia memberikan perincian tentang bagaimana mereka mendanai dan melakukan operasi di kota, Taiwan dan Australia.
 
Tiongkok membantah pembelot Wang ‘William’ Liqiang sebagai penipu pengangguran dan buron. Namun, sejumlah seruan di Australia memberinya suaka politik.
 
Pengungkapan itu kemungkinan akan meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Canberra.
 
Ketua ASIO yang baru saja pensiun, Duncan Lewis, mengatakan pekan lalu bahwa Tiongkok ingin ‘mengambil alih’ sistem politik Australia dengan kampanye spionase dan pengaruh yang ‘berbahaya’ dan sistematis.
 
Tiongkok juga dicurigai berada di belakang layar berupaya masuk ke dalam sistem komputer Parlemen Australia dan sebuah universitas yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah dan layanan keamanan.
 
Selain itu, pada masa silam, Beijing sempat geram dan marah, membantah tuduhan yang menyusup mencampuri urusan Australia.
 

 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif