Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan. (Foto: Marcheilla/Medcom)
Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan. (Foto: Marcheilla/Medcom)

Santri Indonesia Diharapkan Bisa Belajar di AS

Internasional indonesia-as
Marcheilla Ariesta • 09 Juli 2019 20:51
Jakarta: Pertukaran antarmasyarakat antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu prioritas kerja sama bilateral kedua negara. Ini diungkapkan Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan di hadapan 113 santri dari Garut, Jawa Barat.
 
"Hal tersebut kami upayakan degan mendorong lebih banyak pelajar Indonesia untuk pergi dan belajar di AS," tuturnya dalam 'Dialog Keragaman dan Pendidikan di Amerika' yang diselenggarakan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Kegiatan ini diikuti 113 santri dari sejumlah pondok pesantren asal Garut, Jawa Barat. Dialog tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai AS dan program-program pertukaran antarmasyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah AS memiliki sejumlah program pertukaran pelajar antara lain Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study Program (YES) untuk pelajar SMA berusia 15-17 tahun. Mereka akan belajar selama satu tahun di AS.
 
Ada pula program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) untuk profesional berusia 18-35 tahun yang bertujuan memperkuat pengembangan kepemimpinan dan jejaring di Asia Tenggara. Selain itu, pemerintah AS juga menyediakan beasiswa akademik, yang salah satunya paling terkenal adalah Fulbright.
 
Meski demikian, ucap Donovan, sebelum berangkat ke AS, para pelajar harus dibekali pelatihan. Sebelum para pelajar ini berangkat ke AS, harus dipastikan bahwa mereka memiliki keahlian supaya berhasil dalam studi.
 
Program persiapan yang dimaksud mencakup kursus bahasa Inggris oleh relawan dari AS, serta layanan konseling pendidikan oleh staf Education USA. Tujuannya untuk membantu calon pelajar berkonsultasi secara individu mengenai sekolah atau universitas terbaik yang bisa mereka tuju di AS.
 
Saat ini tercatat hampir 9.000 pelajar Indonesia menjalani studi dan program pertukaran di AS. Tiga negara bagian menjadi wilayah terbanyak di mana pelajar Indonesia mengenyam pendidikan mereka, yakni New York, Texas dan California.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif