Militan Taliban dan warga berkumpul di sekitar kendaraan tempur milik pasukan Afghanistan. (Foto: AFP)
Militan Taliban dan warga berkumpul di sekitar kendaraan tempur milik pasukan Afghanistan. (Foto: AFP)

Taliban dan AS akan Tandatangani Perjanjian di Akhir Januari

Internasional taliban afghanistan
Willy Haryono • 19 Januari 2020 09:04
Doha: Kelompok militan Taliban berencana menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat di akhir Januari terkait penarikan pasukan dari Afghanistan. Sebagai ganti dari penarikan, nantinya Taliban akan menjamin sektor keamanan di Afghanistan, dan juga mencegah negara tersebut menjadi tempat perlindungan sejumlah grup ekstremis.
 
Pernyataan disampaikan kepala juru bicara Taliban Suhail Shaheen kepada kantor berita Pakistan, Dawn.
 
"Kami sepakat mengurangi intensitas operasi militer beberapa hari menjelang penandatanganan perjanjian damai dengan AS," kata Shaheen dalam sebuah artikel Dawn, Sabtu 18 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, Taliban "optimistis" perjanjian dengan Washington bisa ditandatangani sebelum akhir bulan, sehingga intensitas pertempuran di Afghanistan dapat berkurang.
 
"Sekarang kita semua hanya perlu menanti beberapa hari ke depan," ucap Shaheen.
 
AS sejak beberapa pekan terakhir menyerukan Taliban untuk menurunkan intensitas kekerasan sebagai syarat dimulainya kembali negosiasi formal.
 
Taliban dan AS telah bernegosiasi selama satu tahun. Keduanya hampir mengumumkan perjanjian damai pada September tahun lalu, namun Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menghentikannya. Kala itu, Trump menyebut perjanjian damai dengan Taliban sudah "mati."
 
Dialog kedua kubu kemudian dilanjutkan Desember lalu di Qatar, meski sempat dihentikan lagi menyusul terjadinya serangan di dekat pangkalan militer Bagram di Afghanistan.
 
Perjanjian apapun yang nantinya disepakati, diyakini akan meliputi dua pilar utama. Pertama, penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dan kedua jaminan dari Taliban untuk tidak menjadikan negara tersebut sebagai sarang ekstremis.
 
Kesepakatan antara Taliban dan AS diharapkan dapat membuka jalan menuju dialog damai internal kubu bertikai di Afghanistan.
 
Hingga saat ini Taliban masih menolak bernegosiasi langsung dengan Pemerintah Afghanistan yang dianggap sebagai rezim tidak sah. Penolakan negosiasi ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya pertempuran terlepas dari perjanjian damai apapun dengan AS.
------
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif