Pelaku penabrakan kerumunan di Australia, James Gargasoulas, dihukum penjara seumur hidup. (Foto: AAP).
Pelaku penabrakan kerumunan di Australia, James Gargasoulas, dihukum penjara seumur hidup. (Foto: AAP).

Pelaku Penabrakan Kerumunan di Australia Dibui Seumur Hidup

Internasional australia
Marcheilla Ariesta • 22 Februari 2019 10:23
Melbourne: Pria pengendara mobil yang menyerang kerumunan orang saat jam makan siang di Melbourne dijatuhi hukuman seumur hidup. Insiden itu menewaskan enam orang, termasuk bayi berusia tiga bulan.
 
"Insiden ini merupakan salah satu contoh terburuk pembunuhan massal dalam sejarah Australia," kata hakim Mark Weinberg saat sidang vonis dilakukan, dikutip dari laman ABC News, Jumat 22 Februari 2019.
 
"Kengerian atas apa yang Anda lakukan telah sangat memengaruhi kehidupan mereka yang hadir pada hari itu," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku, James Gargasoulas, menunjukkan sedikit emosi ketika hukuman dijatuhkan Mahkamah Agung negara bagian Victoria. Menurut ketentuan hukum, pria 29 tahun itu akan menghabiskan setidaknya 46 tahun di penjara sebelum memenuhi kriteria pembebasan bersyarat.
 
Keluarga para korban memenuhi sidang untuk mendengarkan vonis hakim.
 
Pada Januari 2017, Gargasoulas mengendarai mobilnya dan menabrak kerumunan orang di Bourke St.Mall. Kala itu, Bourke St. Mall tengah sibuk karena jam makan siang.
 
Sebanyak enam orang tewas, termasuk diantaranya bayi berusia tiga bulan yang terlempar 60 meter dari kereta dorongnya, dan gadis berusia 10 tahun.
 
Robyn Davis, ibu korban Jess Mudie, mengatakan putrinya meninggal tiga minggu sebelum ulang tahun ke-23. "Tidak pernah dalam mimpi terburuk saya, harus mengubur salah satu anak saya yang berharga," katanya dalam sebuah persidanan di Januari lalu.
 
Laman Guardian melaporkan, dalam sebuah surat yang dibacakan ke pengaadilan, Gargasoulas bersikeras dirinya tidak jahat. Dia menyalahkan 'penindasan pemerintah' atas pembunuhan tersebut.
 
Dia juga menyatakan dirinya adalah Mesias dan bertindak atas kehendak Tuhan pada hari kemurkaan tersebut.
 
Namun pada November lalu, dua jaksa kurang dari satu jam mendapatkan pengakuannya bersalah atas pembunuhan. Dia juga mendapat 27 tuduhan dengan perilaku sembrono yang membahayakan kehidupan.
 
Jaksa mengatakan Gargasoulas menderita skizofrenia paranoid yang resisten terhadap pengobatan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi