Warga Uighur di Xinjiang, Tiongkok kerap menjadi objek kekerasan. (Foto: AFP).
Warga Uighur di Xinjiang, Tiongkok kerap menjadi objek kekerasan. (Foto: AFP).

20 Negara Desak Tiongkok Akhiri Penahanan Warga Uighur

Internasional tiongkok
Arpan Rahman • 11 Juli 2019 17:10
New York: Lebih dari 20 negara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah menandatangani surat bersama. Isinya mengkritik perlakuan Tiongkok terhadap etnis Uighur di wilayah Xinjiang.
 
Para pakar dan kelompok HAM PBB mengatakan Tiongkok menahan sekitar satu juta warga Uighur dan Muslim lainnya di sejumlah kamp tahanan.
 
Tiongkok mengklaim bahwa warga Uighur dididik di "pusat-pusat pelatihan kejuruan" yang dirancang buat memerangi ekstremisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya ditandatangani oleh duta besar dari 22 negara termasuk Inggris, Kanada, dan Jepang.
 
Surat itu mengutip laporan "berbagai tempat penahanan berskala besar, serta pengawasan dan pembatasan yang meluas, khususnya yang menargetkan warga Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang".
 
Tiongkok didesak "untuk memungkinkan akses yang memadai ke Xinjiang" bagi PBB dan pengamat internasional independen.
 
Namun, surat bersama itu memiliki bobot diplomatik yang lebih sedikit daripada pernyataan resmi yang dibacakan di dewan, atau resolusi PBB yang diajukan untuk pemungutan suara.
 
Keputusan itu karena kekhawatiran pembalasan ekonomi dan politik dari Beijing, kata para diplomat kepada media.
 
John Fisher, direktur Jenewa di Human Rights Watch, mengatakan pernyataan itu menekan Tiongkok agar menghentikan "perlakuan buruknya terhadap Muslim di Xinjiang."
 
"Pernyataan bersama itu penting tidak hanya bagi penduduk Xinjiang, tetapi bagi orang-orang di seluruh dunia yang bergantung pada badan hak asasi utama PBB untuk meminta pertanggungjawaban negara-negara yang paling kuat sekalipun," katanya, dinukil dari BBC, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Pelbagai bukti yang dikumpulkan oleh BBC menunjukkan bahwa di satu kota mandiri Xinjiang saja, lebih dari 400 anak telah kehilangan kedua orang tua mereka karena suatu bentuk pengasingan.
 
Banyak yang tampaknya ditangkap sebagai hukuman karena mengekspresikan keimanan mereka -- beribadah atau mengenakan kerudung -- atau karena memiliki koneksi ke luar negeri misalnya ke negara seperti Turki.
 
Duta Besar Tiongkok untuk Inggris membantah bahwa anak-anak secara sistematis dipisahkan dari orang tua mereka.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif