Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Ledakan Guncang Kompleks Kedutaan di Kabul, Lukai 50 Orang

Internasional afghanistan
Fajar Nugraha • 01 Juli 2019 12:55
Kabul: Ledakan dahsyat mengguncang Kabul, Afghanistan Senin 1 Juli. Sekitar 50 orang dikabarkan terluka dalam kejadian ini.
 
Lokasi di sekitar ledakan diketahui sebagai wilayah diplomatik dan dipenuhi oleh gedung pemerintah serta komplek hunian militer.
 
“Ledakan itu terjadi selama jam sibuk di lingkungan Puli Mahmood Khan,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi, seperti dikutip AFP, Senin, 1 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang wartawan AFP mengatakan dia bisa mendengar suara tembakan tak lama setelah ledakan. Ledakan pun menyebabkan terjadinya kepulan asap ke udara di atas daerah itu.
 
Kepala Polisi Kabul Firdaus Faramaz hanya bisa memberikan konfirmasi mengenai ledakan, tetapi dirinya tidak bisa menjelaskan secara pasti jenis bahan peledak yang digunakan. Sementara petugas medis Mohammed Zahir menyebutkan sekitar 50 orang terluka.
 
Selain gedung pemerintah, lingkungan tempat ledakan tersebut juga terdapat markas Federasi Sepakbola Afghanistan dan Dewan Kriket Afghanistan.
 
Tidak ada kelompok yang segera mengklaim bertanggung jawab, dan tidak segera jelas apa target yang tepat. Namun baik Taliban maupun Islamic State (ISIS) aktif melakukan tindakan kekerasan di Kabul.
 
Ledakan itu terjadi dua hari setelah Taliban dan Amerika Serikat (AS) memulai perundingan putaran ketujuh mereka di ibu kota Qatar, Doha. Washington melihat sebuah terobosan sebelum pemilihan Presiden Afghanistan September.
 
Negosiasi sejauh ini berpusat pada empat masalah - kontraterorisme, kehadiran pasukan asing, dialog intra-Afghanistan dan gencatan senjata permanen.
 
Kesepakatan potensial akan membuat AS setuju untuk menarik tentaranya setelah lebih dari 17 tahun di Afghanistan. Tetapi penarikan itu memicu kekhawatiran mendalam di antara sejumlah besar warga Afghanistan yang takut para militan akan kembali dan merebut kekuasaan pemerintah yang sah.
 
Sebagai imbalannya, Taliban akan menjamin negara itu tidak pernah lagi menjadi tempat yang aman bagi kelompok-kelompok ekstremis yang kejam, seperti yang terjadi dengan Al Qaeda sebelum serangan 11 September 2001.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif