Pasukan keamanan Afghanistan hampir setiap hari menjadi sasaran serangan Taliban. (Foto: AFP)
Pasukan keamanan Afghanistan hampir setiap hari menjadi sasaran serangan Taliban. (Foto: AFP)

Serangan Taliban di Faryab Tewaskan 22 Tentara Afghanistan

Internasional taliban taliban afghanistan
Willy Haryono • 17 Maret 2019 19:04
Faryab: Sedikitnya 22 prajurit Afghanistan tewas dalam serangan kelompok militan Taliban di provinsi Faryab. Mohammad Tahir Ramani, Kepala Dewan Provinsi Faryab, mengatakan bahwa serangan Taliban tersebut terjadi di beberapa pos pengamanan pada Sabtu 16 Maret malam.
 
Serangan Taliban direspons pasukan gabungan yang terdiri dari polisi dan milisi lokal. Baku tembak dilaporkan terjadi hingga Minggu 17 Maret 2019 pagi waktu setempat.
 
"Sebanyak 20 personel keamanan juga terluka dalam pertempuran tersebut," kata Rahmani, seperti dikutip dari laman TRT World.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, sekitar 100 tentara Afghanistan dilaporkan melarikan diri dari pos penjagaan mereka dan mencoba menyeberang ke Turkmenistan sepanjang pekan ini. Mereka semua memilih lari karena tertekan oleh serangan Taliban.
 
Mohammad Naser Nazari, anggota dewan provinsi Baghdis, menyebutkan bahwa para prajurit tersebut tidak diizinkan melintasi perbatasan. Sementara dari kubu Taliban, grup tersebut sempat mengunggah beberapa foto, memperlihatkan sejumlah prajurit Afghanistan yang telah ditangkap.
 
Juru bicara kantor gubernur Baghdis, Jamshid Shahabi, melaporkan bahwa 16 prajurit tewas dan 20 lainnya terluka dalam pertempuran melawan Taliban di distrik Bala Murghab. Dia juga mengatakan ada beberapa prajurit yang mencoba melarikan diri tanpa menyebutkan jumlah pastinya.
 
Dari sisi Taliban, Shababi menyebut lebih dari 40 militan tewas dalam baku tembak. Kepolisian serta militer Afghanistan dikabarkan sudah datang distrik Baghdis untuk membantu melawan Taliban dan menolong beberapa prajurit yang ditangkap.
 
Taliban menguasai separuh Afghanistan dan melancarkan serangan rutin ke pasukan keamanan pada setiap harinya. Serangan terus berlanjut meski Taliban sedang berdialog dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan.
 
Serangkaian dialog Taliban dan AS di Doha pada Januari sempat memunculkan harapan. Diskusi di Doha berakhir dengan "kerangka perjanjian," termasuk komitmen Taliban untuk mencegah Afghanistan menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuhnya sejumlah grup ekstremis.
 
"Kerangka perjanjian" di Doha merupakan salah satu pencapaian paling substansial antara AS dengan Taliban, usai Washington mengalahkah kelompok tersebut di Afghanistan pada 2001.
 
Sejauh ini Taliban tetap dalam posisinya untuk menolak berdialog langsung dengan Afghanistan. Sementara AS berkukuh Afghanistan harus dilibatkan dalam dialog damai.
 
Baca:Taliban Serang Pangkalan Militer AS di Afghanistan

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi