Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Korban Serangan di Afghanistan Bertambah, 16 Tewas

Internasional afghanistan
Arpan Rahman • 06 Maret 2019 16:41
Jalalabad: Sebanyak 16 orang tewas dalam serangan bunuh diri Rabu pagi 6 Maret di sebuah perusahaan konstruksi di Afghanistan timur. Menurut seorang pejabat, itu serangan berdarah terbaru di negara yang dilanda perang.
 
Serangan berlangsung beberapa jam di Jalalabad dimulai Rabu pagi ketika sedikitnya dua ledakan terdengar, seorang wartawan AFP mengatakan. Sebelum pasukan keamanan bergegas ke lokasi kejadian di ibu kota provinsi Nangarhar.
 
Baca juga: Ledakan Guncang Jalalabad Afghanistan, Tiga Orang Tewas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enam belas karyawan perusahaan telah tewas dan sembilan lainnya cedera," kata juru bicara provinsi, Attaullah Khogyani. Seorang pejabat kedua mengaku jatuh banyak korban, tetapi tidak dapat segera memverifikasi jumlah korban.
 
"Kelima penyerang telah terbunuh oleh pasukan keamanan," tambah Khogyani, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu 6 Maret 2019.
 
Dia katakan, operasi pembersihan sedang berlangsung. Pihak keamanan menjinakkan dua rompi bunuh diri, satu bom mobil, dan beberapa ranjau yang ditanam oleh para penyerang.
 
"Pengebom bunuh diri bersenjata menyerang dan berhasil memasuki gedung perusahaan konstruksi swasta pagi ini," kata anggota dewan Provinsi Nangarhar, Zabihullah Zmarai.
 
"Sejumlah pekerja sipil perusahaan tewas," tambahnya.
 
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok militan Islamic State (ISIS) dan Taliban aktif menyerbu di provinsi Nangarhar.
 
Pengeboman itu terjadi ketika Amerika Serikat dan Taliban mengadakan pembicaraan damai yang sedang berlangsung di Qatar, bertujuan mengakhiri konflik hampir 18 tahun.
 
Kendati rehat dua hari sebelum akhir pekan, negosiasi berlanjut "setiap hari sekarang dan kemajuan sedang dibuat", juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Robert Palladino mengatakan kepada wartawan Selasa.
 
Kelanjutan pembicaraan itu menyusul serangan besar terhadap pangkalan bersama AS-Afghanistan di provinsi Helmand, Afghanistan baratdaya, pekan lalu. Sedikitnya 23 anggota pasukan keamanan tewas dalam serangan selama beberapa jam di salah satu instalasi militer terbesar di Afganistan.
 
Hujan salju lebat di berbagai wilayah Afghanistan menyebabkan penurunan tajam dalam kekerasan musim dingin, tetapi cuaca yang lebih hangat di selatan negara itu kemungkinan memicu peningkatan pertumpahan darah seiring musim pertempuran di musim semi.
 
Para analis telah memperingatkan bahwa Taliban kemungkinan meningkatkan serangan dalam beberapa bulan mendatang. Lantaran mereka berupaya mempertahankan momentum di medan perang dan memanfaatkan dialog di meja perundingan.
 
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyuarakan keinginannya mengakhiri keterlibatan pasukan Amerika di Afghanistan, di mana 14.000 tentara AS masih dikerahkan.
 
Afghanistan terlibat dalam konflik yang hampir konstan sejak invasi Uni Soviet 1979, yang disusul perang saudara, rezim Taliban, dan invasi AS pada akhir 2001.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif