Seorang pengunjuk rasa yang diamankan oleh pihak keamanan Hong Kong. (Foto: AFP).
Seorang pengunjuk rasa yang diamankan oleh pihak keamanan Hong Kong. (Foto: AFP).

Bubarkan Protes, Polisi Hong Kong Gunakan Tongkat Kayu

Internasional hong kong
Fajar Nugraha • 01 Juli 2019 09:45
Hong Kong: Polisi di Hong Kong menggunakan semprotan merica dan tongkat kayu untuk menghadapi pengunjuk rasa anti-pemerintah yang telah merebut jalan raya pada Senin pagi.
 
Baca juga: Demo Lanjutan, Massa Duduki Jalan Kota Hong Kong.
 
Diperkirakan, ini akan menjadi demonstrasi besar-besaran pro-demokrasi yang pernah terjadi di Hong Kong. Aksi protes pun dilakukan bersamaan dengan peringatan kembalinya Hong Kong ke pangkuan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kota yang menjadi pusat keuangan internasional telah terguncang oleh demonstrasi bersejarah dalam tiga minggu terakhir. Tuntutannya masih sama, para pengunjuk rasa menuntut penarikan rancangan undang-undang (RUU) yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan Tiongkok.
 
Ketegangan melonjak sekali lagi di kota semi-otonom pada Senin pagi setelah kelompok-kelompok kecil yang kebanyakan muda, merebut tiga jalan utama. Mereka juga membuat barikade untuk menghalangi jalan.
 
“Polisi anti huru hara dengan helm dan perisai berhadapan dengan pengunjuk rasa di distrik Admiralty dan Wanchai kota,” laporan dari reporter AFP, Senin, 1 Juli 2019.
 
Bubarkan Protes, Polisi Hong Kong Gunakan Tongkat Kayu
Pengunjuk rasa di Hong Kong melakukan aksinya di pusat kota. (Foto: AFP).
 
Sesaat sebelum upacara pengibaran bendera untuk menandai Hari Penyerahan Hong Kong , polisi menyerbu pengunjuk rasa yang telah memblokir satu jalan. Setidaknya seorang wanita terlihat mengalami pendarahan akibat luka di kepala setelah bentrokan dan polisi melakukan beberapa penangkapan.
 
Demonstrasi yang sedang berlangsung adalah manifestasi terbaru dari kekhawatiran yang berkembang bahwa Tiongkok sedang memberondong kebebasan dan budaya kota dengan bantuan para pemimpin pusat keuangan yang pro-Beijing.
 
Meskipun dikembalikan dari pemerintahan Inggris ke Tiongkok pada 1 Juli 1997, Hong Kong masih dikelola secara terpisah di bawah pengaturan yang dikenal sebagai ‘satu negara, dua sistem’.
 
Kota ini menikmati hak dan kebebasan yang tidak terlihat di daratan otokratis, tetapi banyak warga khawatir Beijing sudah mengingkari perjanjian itu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif